PCO Ajak Masyarakat Jadikan Libur Lebaran Momen Bijak Pilih dan Sebarkan Informasi
Oleh : Redaksi
Rabu | 02-04-2025 | 20:04 WIB
Prabowo_Subianto_Presiden2.jpg
Presiden Prabowo Subianto.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) mengajak masyarakat untuk menjadikan libur lebaran sebagai momen untuk bijak memilih dan menyebarkan informasi.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan Noudhy Valdryno kepada wartawan di Jakarta, Rabu, menjelaskan bijak memilih dan menyebarkan informasi merupakan salah satu upaya untuk memelihara persatuan dan memperkuat solidaritas antarsesama.

"Momen Lebaran adalah waktu yang penuh dengan kegembiraan, tetapi di balik itu ada ancaman gangguan informasi yang mengintai. Jadi, kita harus lebih bijaksana dalam mengonsumsi informasi. Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, semangat lebaran seyogianya menjadi momentum bagi kita untuk semakin memperkokoh persatuan bangsa dan memperkuat solidaritas sosial, bukan sebaliknya," ujar Noudhy.

Dia kemudian menilai semua orang punya andil untuk memerangi ancaman berita bohong (hoaks), misinformasi, dan disinformasi. Oleh karena itu, kemampuan untuk memilah-milah informasi, serta memeriksa kembali sumber dan kebenaran informasi pun menjadi semakin relevan.

Noudhy kemudian menyebutkan tiga jenis informasi yang dapat menjadi ancaman, yaitu misinformasi, disinformasi, dan mal-informasi.

"Misinformasi adalah penyebaran informasi yang salah akibat ketidaktahuan, tanpa intensi menyesatkan. Ini sering kali terjadi ketika seseorang menyebarkan informasi tanpa memverifikasi terlebih dahulu kebenarannya," kata Noudhy.

Kedua, Noudhy melanjutkan disinformasi merujuk pada penyebaran informasi salah yang dilakukan oleh seseorang yang tahu bahwa informasi tersebut salah.

"Penyebarannya memang sengaja dilakukan dengan niatan buruk. Jika Anda menemukan informasi seperti ini segera laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital melalui aduankonten@mail.kominfo.go.id," sambung dia.

Terakhir, mal-informasi merupakan informasi yang benar, tetapi disampaikan dalam konteks yang salah, atau waktu yang tidak tepat.

"Sering kali kita menemukan informasi seperti ini yang kerap disebut cocoklogi. Data yang tidak lengkap yang disajikan untuk melahirkan kesimpulan yang keliru. Sebagai contoh, tahun ini kita dengar kabar tentang penurunan jumlah pemudik, bahkan ada yang menggunakan kata anjlok. Padahal, masa mudik lebaran belum selesai. Angka jumlah pemudik yang digunakan mungkin hanya berdasarkan taksiran sementara, bukan realisasi," kata Deputi PCO itu.

Oleh karena itu, Noudhy berpesan penting bagi masyarakat untuk menggunakan sumber informasi yang tepat.

"Di era digital ini, kita sering terjebak dalam informasi yang menyesatkan, apalagi dengan adanya berbagai platform media sosial. Berbagai akun resmi pemerintah bisa menjadi verifikator bagi warga dengan data yang akurat dan terpercaya," kata Noudhy.

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha