Selesaikan Perbaikan, Bright PLN Pastikan Kondisi Sistem Kelistrikan Batam Sudah Normal
Oleh : Nando Sirait
Kamis | 09-05-2019 | 09:04 WIB
listrik-pembangkit.jpg
Pembangkit milik PLN Batam sudah beroperasi normal, pasca terjadi gangguan. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H, Bright PLN Batam telah menyelesaikan perbaikan gangguan-gangguan pada mesin pembangkit (sistem kelistrikan).

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa beberapa pembangkit milik IPP di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran dengan kapasitas kurang lebih 40 MW (Mega Watt) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam yang berkapasitas kurang lebih 55 MW mengalami kerusakan sehingga menyebabkan defisit daya.

"Namun kami pastikan bahwa tanggal 05 Mei kemarin, kondisi kelistrikan sudah aman dan pasokan listrik ke pelanggan mulai normal, perbaikan mesin Gas Turbin yang didatangkan dari UK pada hari Sabtu lalu juga telah selesai dan malamnya sudah dapat menghasilkan daya maksimum (40 MW)," ujar Samsul Bahri, Vice President Public Relation Bright PLN Batam, Kamis (09/05/2019).

Samsul juga menambahkan, untuk PLTU satu hari setelahnya juga sudah dapat memasok listrik ke sistem Batam-Bintan. "Kami bersyukur bahwa semua pekerjaan perbaikan yang dilakukan mitra pembangkit dalam hal ini DEB dan Tanjung Kasam tepat waktu, sehingga komitmen kami ke pelanggan benar adanya tidak berbohong maupun meleset terkait perbaikan tersebut. Seperti yang dinyatakan oleh Dirut PLN Batam saat pertemuan dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan para investor tempo hari," jelas Samsul.

Namun pada hari Senin (06/05/2019) lalu, terjadi pemadaman di beberapa wilayah Batam, yang disebabkan oleh penurunan tekanan gas di pipa TGI secara tiba-tiba sehingga mengakibatkan turunnya beban pembangkit gas PLN Batam serta milik IPP di Panaran dan di Tanjung Uncang.

Tekanan gas normal kembali pada malam hari sehingga pasokan listrik juga berangsur pulih. "Masalah pressure gas sebenarnya diluar domain kami, karena kami juga kaget waktu tekanan gas turun di pipa, tetapi dengan koordinasi yang baik dengan Petrochina dan TGI masalah pressure segera terselesaikan," tambah Samsul.

Samsul juga mengakui, percepatan perbaikan dilakukan setelah pihaknya menerima kunjungan Komisi III DPRD Kepri, Selasa (07/05/2019) kemarin di PLTG Panaran milik DEB untuk melihat kondisi pembangkit tersebut dengan masih adanya pemadaman yang terjadi, mereka mendesak agar PLN Batam menyediakan pembangkit baru agar dapat memenuhi kebutuhan listrik di Batam.

Hingga saat ini daya mampu pembangkit bright PLN Batam kurang lebih 483 MW dengan beban puncak Batam-Bintan kurang lebih 430-450 MW, sehingga masih ada cadangan daya kurang lebih 33 MW.

"Kebetulan kita memasuki bulan baik yaitu bulan suci Ramadhan saya mewakili manajemen bright PLN Batam mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan dan semua stakeholder yang berkepentingan dengan kelistrikan atas pemadaman yang terjadi belakangan ini. Kami juga tidak menginginkan hal tersebut terjadi apalagi memasuki bulan puasa, saat ini kondisi kelistrikan sudah normal kembali tidak ada pemadaman dari sisi sistem pembangkit," tutur Samsul.

Jika ada terjadi padam di tempat pelanggan mohon pelanggan segera melaporkan ke bright PLN Batam melalui Contact Centre 0778-123 karena pemadaman bisa terjadi karena gangguan distribusi gardu disekitar perumahan, kabel udara tegangan rendah, kabel tanah, bahkan di instalasi pelanggan sendiri.

"Yang bisa kami pastikan sistem kelistrikan aman dari pembangkit dan tim gangguan kami siaga 24 jam menangani gangguan pelanggan, kami berharap sistem kelistrikan di Batam semakin andal terutama di bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Kami juga mohon doa masyarakat Batam untuk selalu mendoakan kelistrikan Batam dan terealisasinya pembangkit baru untuk menambah keandalan listrik Batam khususnya," tutup Samsul.

Editor: Gokli