Dinsos Anambas Lepaskan Puluhan Orang yang Terjaring Razia
Oleh : Fredy Silalahi
Rabu | 25-01-2017 | 18:26 WIB
razia.gif

Ilustrasi razia pekat dan kos-kosan di Anambas (Sumber foto: bidikberita.com)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Personil Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) amankan belasan perempuan dan enam laki-laki, di beberapa rumah sewaan (kos-kosan), Tarempa, Kecamatan Siantan, Selasa (24/1). Usai diamankan, perempuan tersebut diserahkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuann Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

"‎Yang diserahkan Satpol PP ada 15 orang perempuan dan 6 laki-laki. Diserahkan siang itu juga ke Dinas Sosial. Namun, kami pulangkan karena dijemput oleh penjamin mereka," ujar Kepala Bidang Rehabilitas Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial, Supriadi, Rabu (25/1/2017).

Dia menerangkan, penjamin tersebut telah menandatangani surat perjanjian yang dilekati materai. Penjamin juga diminta untuk didampingi oleh orangtua dan aparatur pemerintahan di tempat mereka tinggal.

"Selain menandatangani surat perjanjian, kami juga meminta si penjamin agar didampingi orangtua atau aparatur desa di tempat mereka tinggal. Di samping itu, ada juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menjamin perempuan yang diamankan itu," terangnya.

Dia mengakui, langkah pemulangan terhadap wanita yang terjaring operasi tersebut ke daerah asalnya kurang efisien dan efektif. Pasalnya, langkah tersebut belum tentu mengurangi angka penyakit sosial di Anambas.

"Kami masih mencari lembaga yang kredibel untuk merehabilitasi mereka secara sosial. ‎Mungkin bisa diberikan latihan keterampilan, agar bisa menguragi angka penyakit sosial. Kami juga tidak bisa melarang mereka datang ke Anambas, sementara ini masih NKRI," tegasnya.

Sementara, Ketua LSM Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Anambas, Sry Wahyuni, yang menjadi penjamin belasan perempuan tersebut mengatakan, bahwa sejumlah perempuan itu bukan wanita yang ditarget selama ini.

"Memang ada beberapa dari mereka yang meresahkan, namun ini butuh proses lagi. Mayoritas yang diamankan kemarin merupakan asisten rumah tangga. Sementara sebagian dari mereka ketika terjaring di rumah sewaan, sedang memasak serta ada juga yang tidur," terangnya.

Dia pun meminta, agar pemerintah daerah untuk mencari solusi. Pasalnya, memulangkan perempuan tersebut ke daerah asalnya bukan solusi yang tepat.

"Sampai hari ini saya melihat belum ada solusi nyata dari pemerintah untuk mengurangi angka penyakit sosial. Karena faktanya, wanita yang pernah kedapatan ketika razia, ditemui juga dirazia berikutnya. Menurut saya, ini perlu diberikan pelatihan keterampilan, agar mereka memiliki modal hidup," tegasnya.

Editor: Udin