Pembentukan Provinsi Pulau Tujuh Mendapat Lampu Hijau dari Presiden RI
Oleh : Fredy Silalahi
Senin | 23-01-2017 | 18:38 WIB
Silaturahmi-Bupati-Natuna-dan-Anmbas.gif

Pertemuan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, dalam pembahasan pemekaran Provinsi Pulau Tujuh (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Provinsi Pulau Tujuh akan terbentuk. Pasalnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah memberikan lampu hijau, demi terwujudnya Provinsi Pulau Tujuh tersebut. Hal ini terungkap setelah, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas dan Bupati Kabupaten Natuna melakukan silaturahmi.

Bupati Kabupaten Natuna, Hamid Rizal mengatakan, terbentuknya Provinsi Pulau Tujuh untuk mempercepat gerak pembangunan. Natuna dan Anambas akan berkolaborasi dalam menyukseskan terbentuknya Provinsi Pulau Tujuh itu.

"Pak Presiden sudah memberi lampu hijau untuk membentuk Provinsi Baru. Makanya di tahun 2005 lalu, saya tidak ragu memberikan rekomendasi terhadap pemekaran Kabupaten Kepulauan Anambas. Ini dilakukan demi menyerap anggaran dari pusat, hingga pembangunan di daerah kita ini tercapai," ujar Hamid, Senin(23/1/2017).

‎Hamid juga mengajak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas meningkatkan status daerah, dalam kerangka yang lebih besar. "Mari kita sambut keinginan Pemerintah Pusat, jangan dicuekin. Pikirkan apa yang harus dibuat untuk Natuna dan Anambas," jelasnya.

Dia optimis, selagi menjabat Bupati Natuna akan memekarkan dan meningkatkan status kedua daerah tersebut. "Mudah-mudahan dalam bentuk kerangka yang lebih besar, yakni menjadi Provinsi," jelasnya.

Sementara, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris, mengapresiasi dan siap mendukung penuh, pembentukan Provinsi Pulau Tujuh tersebut. Karena tidak dipungkiri, delapan tahun silam, Anambas masih menginduk kepada Natuna.

"Anambas dan Natuna merupakan daerah kakak-adik, yang sama-sama terapung di tengah laut. Mengingat sama-sama daerah yang kaya potensi, kita harus saling mendukung. Ini butuh kerja sama untuk kepentingan masyarakat. Saya sepakat dengan Bupati Natuna, dengan kekuatan dua mesin kita akan lebih maju. Apalagi empat mesin, tentu akan makin cepat," ucapnya.

Editor: Udin