Bupati Anambas Komit, Tak Akan Terbelit Hutang di Masa Kepemimpinannya
Oleh : Fredy Silalahi
Selasa | 22-03-2016 | 10:47 WIB
4bupati.jpg
Bupati Anambas dan wakilnya komit, tidak akan terbelit hutang piutang dengan pihak III, di masa kepemimpinannya (Foto : ist)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Bupati Anambas Abdul Haris dan Wakilnya Wan Zuhendra yang akan menakhodai Kabupaten Kepulauan Anambas lima tahun ke depan berkomitmen, bekerja tanpa terbelit masalah utang piutang terhadap pihak ke III. Tujuannya agar pengerjaan proyek bisa berjalan lancar dan pembangunan tidak bermasalah.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Anambas, Azwandi mengatakan, antisipasi yang dilakukan itu, sebelumnya disampaikan dalam rapat yang dipimpin oleh Bupati belum lama ini. Dalam rapat tersebut, Bupati meminta agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak perlu ragu dalam melelangkan sejumlah proyek yang anggarannya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus).
 
"Beliau meminta agar proyek yang bersumber dari DAK yang ada pada SKPD jangan diragukan pelelangannya. Yang besar-besar ini, mayoritas bersumber dari DAK. Beliau tidak mau DAK digunakan untuk yang lain. Selain itu juga, proyek tahun tunggal yang besar-besar seperti kantor Bupati itu, jangan sempat terganggu. Namun untuk yang PL (Penunjukkan Langsung) sampai hari ini belum ada kepastian, karena untuk proyek PL, kebanyakan bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH)," katanya Senin (21/03/2016).

Azwandi menambahkan, untuk mempercepat proses pelaksanaan, SKPD diminta untuk segera melengkapi dokumen pelelangan. Para SKPD tersebut diberi waktu hingga akhir bulan Maret ini. Mengingat, pelelangan yang hingga saat ini masih terkesan lamban.

"Para SKPD diberi waktu hingga akhir bulan Maret ini ke kami, merekapun menjamin setelah rapat itu akan menggesa proses pelaksanaannya. Hanya saja, sampai saat ini yang terealisasi baru Pekerjaan Umum (PU). Menurut Beliau, Juli ini selesai pelelangan, lebih dari itu masa pelaksanaan," jelasnya.

Azwandi menjelaskan, paket yang diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum yang bersumber dari DAK ada sebanyak 12 paket, seperti jalan di Rewak Pulau Jemaja, Rintis-Air Bini, serta jalan ke Arung Hijau. Proyek tersebut merupakan proyek tahun 2016 untuk melanjutkan multiyears yang belum selesai.

"Totalnya ada 12 paket baru. Enam fisik, enam pengawasan. Sebelumnya kan ada empat paket di Dishub. DAK juga seperti di Siantan Tengah yakni jembatan penghubung. Sehingga, totalnya ada 16 paket. Memang, yang sudah naik ke sistem ada empat paket. Sementara, sisanya masih dirapikan oleh Kelompok Kerja (Pokja). SPT nya sudah diterbitkan, tinggal pokja menaikkan di sistem. Paling lama lima hari prosesnya," jelasnya.

Untuk APBD murni tahun anggaran 2016 lanjut Azwandi, terdapat 134 paket. Keseluruhan paket ini, terdiri dari 72 paket dari DAK, 34 paket dari APBD, 24 paket untuk Pengentasan Kemiskinan (Taskin) serta empat paket untuk bantuan keuangan Bandara Letung.

"Keseluruhan paket ini anggaran totalnya sekitar Rp171 miliar.? Total 134 paket ini, belum dikurangi dengan Taskin, mengingat kondisi keuangan Provinsi yang saat ini masih menunggu kepastian," ungkapnya.

Sementara itu, kekhawatiran datang dari pihak kontraktor, karena pada tahun sebelumnya masih ada yang belum dibayarkan. Hal ini membuat pihak kontraktor dilema untuk mengikuti proses pelelangan.

"Banyak dari kawan-kawan yang bingung. Ingin ikut, sementara proyek yang dikerjakan kemarin saja belum dibayarkan," kata salah seorang kontraktor yang tidak ingin namanya disebutkan.

Editor : Udin