Keluh Kesah Masyarakat Anambas di Hadapan Bupati

Kami Orang Pulau Memang Bodoh, Tapi.tidak Bisa Dibodohi
Oleh : Fredy Silalahi
Selasa | 15-03-2016 | 18:25 WIB
Bupati_dan_Wakil_Bupati_Melakukan_Acara_Temu_Ramah.JPG
Bupati Anambas dan Wakil melakukan temu ramah dengan tokoh masyarakat (Foto : Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Bupati dan Wakil Bupati Anambas mengadakan acara temu ramah dengan sejumlah tokoh masyrakat, Selasa(15/03) pukul 09.00 WIB di halaman Rumah Dinas Bupati. Pada pertemuan tersebut, masyarakat diberi kesempatan untuk mengutarakan keluh kesah yang terjadi dilingkungan mereka.

Salah satu tokoh masyarakat yang menyempatkan diri datang dari pulau untuk menghadiri acara tersebut, Sukimin yang juga Guru Agama SMK Desa Air Asuk Kecamatan Siantan mengatakan, pihaknya merasa sangat terpukul atas sikap Pemerintah yang selama ini kurang memberi perhatian kepada masyarakat. Sebab menurutnya, saat ini banyak penyakit masyarakat yang susah ditanggulangi.

"Kami orang pulau memang bodoh, tetapi kami bukanlah bisa dibodohi. Kami pintar, tetapi kami tidak bisa diandalkan. Nah, disaat menyelesaikan masalah, kami tahu tidak boleh anarkis, tetapi kami dipancing terus. Terkadang kami bingung dan sangat emosi atas sikap dan wewenang atasan," ujar Sukimin saat berkesampatan menyatakan keluh kesah yang terjadi dilingkungannya, Selasa (15/03/2016).

Sukimin menambahkan, pihaknya sangat prihatin terhadap mental dan akhlak generasi muda yang ada di daerahnya. ‎Ia juga mencontohkan tentang minimnya pengetahuan anak-anak ketika ditanya mengenai rukun Iman dalam Islam. bahkan, ia bersama tenaga pengajar SM-3T pun, akhirnya berinisiatif untuk melakukan pembinaan keagamaan terhadap anak-anak.

"‎Saya coba tanya seputar game, lagu dan dunia, mereka hebat menjawab. Ketika ditanya rukun Iman, dia jawab ada 40 sampai 50. Apa tidak prihatin mendengarnya. Orangtuanya pun diam. Taman Pendidikan Qur'an yang dibuat Pemkab pun sampai saat ini vakum. Pada kesempatan ini, kami mengimbau Pak Bupati, agar memberikan dorongan kepada kami, begitu juga dengan orangtua anak-anak, agar program yang kami rencanakan bisa berjalan," jelasnya

Sementara Jupry Sulaiman salah satu tokoh masyarakat Antang, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan Timur, juga menyatakan keluh kesah yang serupa dengan Sukimin. Dia juga berharap perlunya nilai agama, karena itu mendorong akhlak dan mental.

"Setidaknya yang dikatakan oleh tokoh lain, itu bisa kita rangkum menjadi modal kuat untuk kita membenahi keburukan-keburukan sebelumnya. Kita juga mengharapkan sisi pemerintah yang melemah segera diperkuat," katanya.

Pihaknya pun sangat mengharapkan adanya Masjid Raya di Tarempa. Ini dikarenakan Masjid yang ada, dinilai kurang menampung jama'ah yang kian bertambah.

"Harapan kami, utamakan yang lebih diutamakan. Seperti Masjid Agung, mohon untuk diprioritaskan. Mengenai lahan atau tanah yang kurang, mungkin bisa dibicarakan. Untuk pekat pun, saya lihat mulai bergejolak. Saya tak perlu sebutkan. Ini saya harap volumenya diperkecilkan. Termasuk dalam menstabilkan ekonomi kami," jelasnya.

Lebih jauh Sulaiman menegaskan, ekonomi di Anambas khususnya kalangan menengah kebawah, atau berkisar 60 persen berprofesi nelayan. Pihaknya juga terkejut atas sikap Pemerintas Pusat yang mengeluarkan surat edaran tentang dilarangnya kapal asing mengangkut ikan.

"Kami mendengar informasi dilarangnya kapal asing untuk mengangkut ikan. Kalau itu terjadi, pasti ekonomi masyarakat terputus. Kalau orang lapar ini berbahaya, pada saat ini sering terjadi pikiran pendek serta nekad. Kami sangat mengharapkan, tolong disikapi, beri kami perhatian, begitu juga Pemerintah Pusat jangan duduk di meja aja tanpa memperhatikan masyarakat yang di ujung pulau ini,"tegasnya.

Masukan serta keluhan sejumlah tokoh masyarakat inipun ditanggapi oleh Bupati Kabupaten Anambas, Abdul Haris. Ia pun meminta asisten untuk membuat jadwal untuk mengadakan rapat dengan SKPD. Rapat tersebut nantinya untuk menentukan, terkait langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam menindaklanjuti masukan tersebut.

‎"‎Untuk Masjid Agung Insya Allah kita upayakan. Mudah-mudahan anggaran mencukupi dan pembangunan Semen Panjang (SP) 2. Saya sempat berbincang dengan Pak Wan mengenai ketahanan jalan SP yang ada saat ini, tidak menjamin. Bila tidak ada halangan, tahun 2017 kami ingin multiyearskan pengerjaan itu," tutupnya.

Editor: Udin