Harga Cabai di Anambas Semakin Pedas Pasca Kenaikan Harga BBM
Oleh : Alfredy Silalahi
Jum\'at | 09-09-2022 | 17:24 WIB
haris-pasar1.jpg
Bupati Anambas Abdul Haris saat meninjau harga pasar. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Harga cabai di Pasar Tradisional Tarempa melambung tinggi pasca diumumkannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 3 September 2022 lalu. Penyebab utamanya yaitu minimnya ketersediaan cabai karena transportasi laut (fery cepat) tidak beroperasi.

"Memang gila naiknya harga cabai ini, biasa saya belanja cabai Rp 40 ribu sudah dapat setengah kilo. Kemarin saya belanja, sudah Rp 70 ribu setengah kilo. Paska kenaikan BBM hampir semua kebutuhan mengalami kenaikan," keluh Edi, salah satu warga Siantan, Jumat (9/9/2022).

Selain itu, salah satu pengusaha di Anambas, M Delta juga mengaku dilema dengan kejadian tersebut. Selain adanya kenaikan harga bumbu, dirinya juga merasakan adanya kenaikan harga ikan.

"Kita mau jualan jadi dilema, selain bumbu dapur naik, harga ikan juga naik. Kalau saya sesuaikan juga kenaikan itu dengan jualan saya, waah semakin repot," keluh Delta pemilik RM Ikan Bakar itu.

Sementara, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Tarempa, Riki mengakui harga cabai mengalami kenaikan, karena stok menipis. Selain itu, harga sayuran seperti kol, wortel dan kentang juga ikut naik.

"Kenaikan barang ini terjadi 3 hari belakangan, karena stok mulai menipis. Kami tak menyangka kalau fery tidak beroperasi selama ini. Yang naik tinggi itu hanya cabai, harga normalnya sekitar Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu. Tapi sekarang, sudah tembus Rp 140 ribu. Untuk harga sayuran, tidak terlalu tinggi naiknya," ucap Riki.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Anambas, Masykur mengakui, kenaikan harga cabai sebenarnya tidak karena kenaikan BBM. Pasalnya, para pedagang di pasar masih menjual barang sesuai harga lama.

"Kemarin kami meninjau pasar, pada umumnya harga di pasar masih normal, atau masih harga stok lama. Para pedagang juga belum bisa memastikan kenaikan harga barang pasca kenaikan BBM, yang pasti ongkos angkut ikut naik. Kalau cerita cabai, itu sudah hukum pasar, ketika stok menipis permintaan banyak, maka harga pasti naik," jelasnya.

Masykur berharap, bahwa fery cepat yang menjadi andalan masyarakat Anambas membawa kebutuhan pokok dari Tanjungpinang atau Batam, bisa beroperasi hari Senin (12/9/2022) mendatang.

"Alasan fery tak beroperasi karena belum ada SK terkait penyesuaian harga tiket Tanjungpinang - Tarempa. Dan Pemda sudah berkoordinasi dengan Provinsi, mudah-mudahan segera menemui solusi, dan hari Senin mendatang fery sudah beroperasi," harapnya.

Editor: Yudha