Akses Internet Hilang, Masyarakat Anambas Tak Bisa Isi Token Listrik
Oleh : Fredy Silalahi
Rabu | 03-02-2021 | 11:34 WIB
ilustrasi_internet-putus-12.jpg
Ilustrasi akses internet terputus. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Hilangnya akses internet di Kepulauan Anambas, tidak hanya berdampak pada akses telekomunikasi. Namun berdampak pada penerangan yang ada di rumah warga. 

Pasalnya, untuk membeli pulsa listrik (token) yang dilakukan secara online tidak bisa diakses. Sehingga muncul kekhawatiran warga akan mengalami gelap gulita ketika malam hari. 

"Kami sudah mulai khawatir dengan putusnya akses internet ini, karena kami tidak bisa membeli pulsa listrik. Sementara meteran sudah berbunyi, menandakan pulsa listrik sudah menipis," kata Dewi, salah satu warga Tarempa, Kepulauan Anambas, Rabu (3/2/2021).

Dewi menyampaikan bahwa pihaknya tidak memprediksi kejadian tersebut. Karena, jalur fiber optik Batam-Tarempa yang putus masih bisa didukung oleh jalur fiber optik Pontianak. "Tapi mulai Selasa (2/2/2021), sinyal sudah putus total," jelasnya. 

Sebelumnya, akses internet di Kepulauan Anambas mati total. Pasalnya, kabel fiber optik bawah laut dari Batam-Tarempa dan Ranai-Tarempa terputus. Kejadian ini sudah berlangsung sejak Selasa (2/2/2021) siang sekitar pukul 13:30 Wib hingga saat ini. 

Kepala Telkom Tarempa, Ekhwar mengakui, kalau kabel bawah laut putus sejak 21 Januari 2021 lalu, dan saat ini masih dalam perbaikan. 

"Ketika kabel Batam-Tarempa putus, akses telekomunikasi kita masih bisa didukung dari Pontianak, Singkawang. Tetapi sekarang, ada informasi bahwa kabel dari Pontianak yang melintas juga di Ranai, Natuna, juga terputus," kata Ekhwar, Rabu (3/2/2021). 

Ekhwar menguraikan, bahwa target perbaikan kabel bawah laut di Batam menuju Tarempa, mencapai 30 hari. "Untuk kabel dari Batam menuju Tarempa, sudah dalam perbaikan. Kemungkinan memakan waktu selama sebulan," ucapnya. 

Ekhwar tidak bisa memastikan sampai kapan kejadian ini berlangsung. Pasalnya, titik kabel bawah laut Ranai-Tarempa belum tedeteksi. 

"Dan kita juga tidak tahu apa penyebab kabel bawah laut bisa terputus," jelasnya. 

Editor: Dardani