IPM Anambas Menduduki Posisi Kedua di Kepri
Oleh : Fredy Silalahi
Selasa | 25-02-2020 | 14:55 WIB
Jalan-Semen-Panjang-Anambas1.gif
Salah satu sudut Kabupaten Anambas. (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Anambas berstatus "sedang" sama dengan status pada tahun 2018 silam.

Sedangkan tahun 2019, IPM Anambas menunjukan grafik tumbuh 1,141 persen, dibandingkan tahun 2018 silam. Bahkan pertumbuhan IPM 2019 Kepulauan Anambas berada diposisi kedua teratas di Kepri setelah Lingga.

Seiring dengan itu, IPM Kepulauan Anambas tahun 2019 juga mengalami kenaikan peringkat di skala nasional. Pada tahun 2018 lalu diposisi 309, sedangkan tahun 2019 diposisi 291 dari 515 kabupaten/kota.

"IPM Anambas tahun 2019 mencapai 68,48, angka ini meningkat sebesar 0,95 poin dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Kepala BPS Anambas, Donny Cahyo Wibowo, Selasa (25/2/2020).

Donny menyampaikan, pertumbuhan tahun 2019 ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2013 silam. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat atau penduduk).

Selain itu IPM juga merupakan salah satu target pemerintah dalam pembahasan pembangunan asumsi makro di DPR-RI.

"IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator dalam penentuan Dana Alokasi Umum (DAU)," paparnya.

Donny menerangkan IPM merupakan indikator jangka panjang sehingga perlu berhati-hati dalam memaknainya. Peringkat atau rangking bukan satu-satunya ukuran kemajuan pembangunan manusia.

"Kemajuan pembangunan manusia dapat dilihat dari kecepatan IPM dan status IPM," tukasnya.

Ia juga mengaku, bahwa rilis yang disampaikan saat ini merupakan yang perdana dilaksanakan, dan kedepan akan dicanangkan untuk dirilis biar publik mengetahuinya.

"Saya berpesan, saat ini BPS Sedang melaksanakan sensus penduduk secara online, bagi penduduk yang memiliki akses untuk mendaftar karena akan berakhir pada 31 Maret," pesannya.

Sementara itu, Adies Saputra Kepala Bappeda Kepulauan Anambas mengungkapkan, upaya dan kerja keras pemerintah melalui program pembangunan dalam jangka menengah.

"Sebetulnya yang menjadi perhatian pemerintah adalah pertumbuhannya yang mecapai 68,48 karena tahun lalu kami menargetkan 66,7 dan pada tahun depan 67,23. Namun dari apa yang disampaikan, untuk tahun 2019 ini telah melampaui target tentu harus direvisi targetnya.

Pihaknya mengaku optimis di priode RPJMD mendatang IPM kepulauan Anambas masuk dalam kategori tinggi. Pencapaian ini adalah realita dari upaya dan kerja keras kepemimpinan Haris-Wan.

"Kondisi Anambas yang ada saat ini tidak benar bahwa pembangunan Anambas itu stagnan," jelasnya.

Editor: Dardani