Tembok Jalan Selayang di Anambas Roboh Dihantam Ombak
Oleh : Fredy Silalahi
Kamis | 03-01-2019 | 10:16 WIB
tembok-ombak.jpg
Personil Satpol PP Anambas saat mengamankan lokasi tembok romboh akibat dihantam ombak di Jalan Selayang. (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Hempasan gelombang air laut di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa mencapai 2 hingga 3 Meter. Akibatnya, tembok jalan yang berada di Ruas Jalan Selayang Pandang roboh, karena tidak kuat menahan hempasan gelombang air laut.

Di sisi lain, kondisi Jalan Selayang Pandang juga sudah tua, dan tiang penyangga juga sudah keropos. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, personil gabungan dari TNI-Polri serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terpaksa menutup akses Jalan Selayang Pandang.

"Untuk sementara Jalan Selayang Pandang kita tutup, mengingat gelombang tinggi telah menghempas tembok Jalan Selayang Pandang, sehingga ada tembok yang roboh. Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kasatpol PP Anambas, Zairin didampingi Sekretaris Satpol PP, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bakesbangpol, serta personil TNI-Polri, Rabu (2/1/2019) malam.

Mendengar gemuruh ombak yang menghempas tembok RSUD Tarempa dan tembok Jalan Selayang Pandang, hal tersebut mengundang rasa penasaran masyarakat untuk melihat. Bahkan, rombongan Bupati, Wakil Bupati dan FKPD pun ikut melihat kondisi alam tersebut.

Melihat kondisi gelombang semakin tinggi menghempas tembok, para rombonga Bupati dipaksa untuk meninggalkan tempat demi menjaga keselamatan. Dan masyarakat juga diimbau agar segera bubar.

"Untuk menjaga keselamatan, diimbau seluruh masyarakat agar meninggalkan lokasi ini," kata personil Satpol PP usai mendapat perintah dari Kasatpol PP.

Malam tadi, Personil Satpol PP dan TNI-Polri sedang berjaga-jaga di Jalan Selayang Pandang, untuk melarang masyarakat melalui Jalan Selayang Pandang.

Dari data Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Tarempa, cuaca Anambas pada umumnya diperkirakan berawan hingga hujan lokal intensitas ringan hingga sedang, disertai angin dengan kecepatan 5 sampai 40 Km/Jam yang bertiup dari Barat ke Utara.

"Tinggi gelombang mencapai 1 hingga 5 Meter. Ini sebagai peringatan dini kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi tinggi gelombang mencapai 5 Meter dan angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 25 Knot di wilayah Perairan Anambas," ujar Prakirawan BMKG Tarempa, Samuel.

Samuel mengakui, sejumlah titik di Anambas mengalami siklon Tropis 'Pabuk' 998 hPa aktif di Laut Cina Selatan bergerak ke arah Barat menuju Malaysia, tidak bergerak menuju wilayah Anambas. "Berdampak potensi angin kencang dan gelombang tinggi di sekitar wilayah sistem siklon tropis tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada," pesannya.

Editor: Gokli