Pemuda Anambas Harus Bisa Bendung Sisi Negatif Perkembangan Teknologi
Oleh : Fredy Silalahi
Senin | 29-10-2018 | 10:16 WIB
pemuda-anambas.jpg
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (29/10/2018). (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 di Lapangan Sekretariat Pemkab Anambas berpesan kepada para pemuda agar dapat membendung sisi negatif perkembangan teknologi informasi.

"Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga para pemuda dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan sumber daya dan daya saing. Namun ada sisi negatif yakni informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, pornografi, ujaran kebencian, pergaulan bebas, radikalisme dan terorisme. Ini yang harus dibendung para pemuda," kata Wan Zuhendra, Senin (29/10/2018) saat membacakan naskah pidato Kemenpora RI.

Wan Zuhendra melanjutkan, revolusi mental yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia amat relevan mewujudkan pemuda yang maju. Dengan ciri-ciri, pemuda berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing.

"?Dengan tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia, diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan menjaga kesatuan dan persatuan Republik Indonesia," ucapnya.

Wan juga menyampaikan, dalam pesta demokrasi 2019 mendatang, pemuda diharapkan dapat memilih dan menentukan pemimpin nasional. "Peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses Pemilu nanti, amat sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam Pemilu perlu ditingkatkan untuk mewujudkan Pemilu yang damai, kredibel, dan berkualitas," pesannya.

"Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap promodial suku, agama, ras dan kulutur menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia demi menyonsong masa depan dunia yang lebih baik," tegasnya lagi.

Editor: Gokli