Kabupaten Bintan Kembali Terima Penghargaan WTP dari Kementerian Keuangan
Oleh : Harjo
Kamis | 14-09-2017 | 16:02 WIB
Bupati-Bintan-Menkeu1.gif
Bupati Bintan Apri Sujadi menerima penghargaan predikat WTP laporan keuangan T.A 2016 dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Kabupaten Bintan kembali meraih penghargaan WTP atas laporan keuangan daerah tahun 2016 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani. Dan ini merupakan Penghargaan WTP yang ke-6 kalinya diraih Kabupaten Bintan sejak tahun 2011.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Bintan H. Apri Sujadi saat rakernas akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah tahun 2017 di Istana Negara Republik Indonesia yang diikuti sejumlah Menteri/Pimpinan Lembaga, Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama, Inspektur Jenderal/Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Gubernur, Bupati, serta Walikota se Indonesia, Kamis (14/9/2017).

Bupati Bintan H Apri Sujadi mengakui, hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan akibat kerja keras seluruh stakeholder dan OPD terkait.

"Pemkab kembali berhasil mendapatkan predikat WTP dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang ke-6 kalinya berturut-turut. Tidak hanya itu saja, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan juga berhasil meraih penghargaan transparansi keuangan daerah regional Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Bintan Setioso mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan akan selalu berusaha untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan daerah yang sesuai dengan standar akuntasi pemerintahan, efektivitas sistem pengendalian, serta kepatuhan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Insya Allah penghargaan ini kedepannya akan terus kita pertahankan, serta kita tingkatkan. Tidak mudah memang, tapi lewat kerja keras semua OPD dan ini menjadi energi tersendiri. Pemkab Bintan saat ini juga fokus pada pengembangan sistem keuangan yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien agar masyarakat ikut mengetahui keuangan daerah dengan baik," tutupnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI