Jaga Iklim Investasi di Bintan, Apri Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Pendukung
Oleh : Harjo
Selasa | 12-09-2017 | 15:39 WIB
Apri-sujadi-Jong11.gif
Bupati Bintan Apri Sujadi saat membuka lomba Jong. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Iklim investasi khususnya bidang pariwisata di Kabupaten Bintan kian menggeliat. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya pembangunan hotel dan resort.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, saat daerah lain sedang mengalami kelesuan investasi, sektor pariwisata di Bintan terus berkembang. Namun ia mengatakan tidak bisa berpuas diri karena harus diikuti dengan infrastruktur lain seperti air bersih dan tenaga listrik.

"Kita akan terus mencari investor agar mau menanamkan investasinya di Kabupaten Bintan. Seiring hal itu beberapa sektor pendukung seperti air dan listrik harus kita siapkan secara stimultan," ujar Apri, Selasa (12/9/2017).

Ditambahkannya, untuk pemenuhan kebutuhan air, dengan luas lahan yang tersedia maka Kabupaten Bintan dinilai sangat siap. Beberapa pengembangan pembangunan waduk dan bendungan juga sudah dibahas bersama Satker Balai Wilayah Sumatera IV beberapa waktu lalu.

"Persoalan air tidak menjadi kendala berarti, karena kita sudah bahas secara intensif dan merancang beberapa pembangunan waduk dan bendungan bagi pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat serta industri swasta kedepan," ujarnya.

Namun untuk ketersediaan listrik yang terus bertambah maka diperlukan suatu terobosan-terobosan baru. Dan salah satu peluang yang potensial dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Peluang itu pun kini sudah dilirik investor PT Tamaris Hydro Jakarta yang siap membangun pembangkit dengan mesin Minihidro berkapasitas 2x15 MW.

"PT Tamaris Hydro Jakarta sudah mempresentasikan terkait hasil kajian awal potensi dan progres pengembangan kelistrikan," ujarnya.

Saat ini 80 persen kebutuhan listrik di Pulau Bintan disuplai oleh PLTU Tanjung Kasam Batam dengan interkoneksi Batam-Bintan sebesar 150 KV. Penggunaan listrik di Kabupaten Bintan diperkirakan mencapai 68 KWH pertahunnya.

"Maka kita sedang menjajaki peluang-peluang untuk memenuhi kebutuhan listrik yang handal kedepannya " tutupnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI