Berpotensi Gunakan Anggaran, GMM Kepri Desak Gubernur Nonjobkan Isdianto
Oleh : Hadli
Kamis | 03-08-2017 | 17:02 WIB
Fahrul-Ansori-728x349.gif
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Melayu (GMM) Kepri Fahrul Ansori (Foto: Hadli)

BATAMTODAY.COM, Batam - Gerakan Mahasiswa Melayu (GMM) Provinsi Kepri, mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menonjobkan Isdianto yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kepri. Mahasiwa meminta Isdianto untuk fokus pada pencalonannya sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri.

"Kami Mahasiswa Melayu Kepri meminta dengan sangat kepada Gubernur Kepri melepaskan jabatan Isdianto sebagai Kadispenda. Karena saat ini Isdianto sedang dalam proses penjaringan sebagai Cawagub," kata Ketua Umum GMM Kepri, Fahrul Ansori, kepada BATAMTODAY.COM, Kamis (03/08/2017).

Isdianto juga diminta Mahasiswa Melayu Kepri untuk berbesar hati mengundurkan diri. Sebab, kata Ansori, dengan jabatannya saat ini masih sebagai Kadispenda, sangat rawan terjadi penyalahgunaan jabatan dan kewenangan.

"Kami kkawatir dengan posisinya (Isdianto) yang sekarang masih menjabat sebagai Kadispenda, berpotensi terjadi penyalahgunaan anggaran," ujarnya.

Isdianto, kata Ansori kembali, sudah direkomendasikan oleh Partai Politik untuk mencalonkan diri sebagai Cawagub. "Seharusnya PNS yang sudah masuk ranah politik tidak lagi menjabat jabatan strategis di lingkungan pemerintahan," tutur dia.

Untuk itu, Gerakan Mahasiswa Melayu mendesak agar Gubernur segera menonjobkan Isdianto sebagai Kadispenda dan menempatkan ASN yang profesional dan kompoten untuk jabatan Kadispenda Kepri.

"Apabila pendapat kami tidak digubris Gubernur dan Isdianto, tentunya kami akan mengambil tindakan menggalang mahasiswa. Sebagai anak tempatan kami menginginkan yang terbaik," ujarnya.

Editor: Udin


BNN-KEPRI