Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rumah di Jalan Kenanga Ini Dicurigai Jadi Tempat Penampungan Korban Perdagangan Perempuan
Oleh : Romi Chandra
Sabtu | 02-05-2015 | 17:36 WIB
rumah_penampung_traffkicking_di_batam.jpg Honda-Batam
Rumah yang dicurigai menjadi lokasi penampungan korban perdagangan manusia ini terlihat sudah sepi. (Foto: Romi Chandra/BATAMTODAY.COM)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dua orang wanita muda berinisial K (21) dan S (17) asal Sumatera Utara, diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) ke luar negeri. Saat ini, keduanya telah diamankan Kepolisian Daerah Jambi, setelah kabur dari tempat penampungannya. Berdasarkan pengakuan kepada polisi di Jambi, keduanya sempat ditampung di sebuah penampungan di Batam, dan sempat ingin melarikan diri dari situ.

Sebelum diberangkatkan ke negeri Jiran, mereka berdua ditampung di tempat yang sama, sebuah rumah di Jalan Kenanga Blok VI, Batam. Ternyata di tempat itu telah ada belasan perempuan lain yang baru datang dan akan berangkat ke Malaysia.


Berdasarkan penelusuran BATAMTODAY.COM, sebuah rumah yang terlihat sepi di Jalan Kenanga Blok IV, Nagoya, tampak mencurigakan. Menurut informasi warga sekitar, banyak mobil mewah yang terparkir di depan rumah tersebut. Bahkan wanita-wanita yang indekos di sana selalu berganti setiap pekannya.

Namun, menurut Helmi, salah satu warga sekitar, aktivitas di rumah itu mulai sepi beberapa waktu terakhir. Ia mendapat kabar kalau penghuni rumah itu yang lama sudah pindah.

"Kata orang itu rumah kos-kosan. Tapi cewek-cewek yang tinggal di sana selalu bergantian. Kalau malam, banyak mobil mewah parkir di sana. Saya tidak tahu ke mana pindahnya penghuni lama. Yang jelas, sekarang penghuninya sudah beda," ujar Helmi.

Selain itu, penghuni lama rumah itu tidak pernah melaporkann ke RT atau RW tentang siapa saja yang tinggal di sana. "Kalau kontrol yang dilakukan Pak RT sudah maksimal, Pak. Kami tahu betul," tambahnya.

Ketua RT setempat, Budi, saat dicoba dikonfirmasi pewarta sedang tak berada di rumah. "Kalau siang mah, Pak Budi kerja. Kalau mau datang saja malam. Setahu kami, pemilik rumah itu tinggal di Pekanbaru, dan di sini disewakan ke orang lain," ujar Helmi.

Terpisah, Kapolsek Lubukbaja, Kompol I Dewa Nyoman ASN, saat dihubungi mengaku belum mendapat laporan atau koordinasi dari kepolisian Jambi terkait masalah ini. "Belum ada koordinasi, dan ini kami baru tahu," katanya singkat.

Sementara itu dikutip dari tribunnewsjambi.com, K dan S berhasil kabur dari rumah penampungan di daerah Talang Bakung yang dijaga ketat. K dan S mengelabui penjaga rumah dengan minta tolong diisikan pulsa karena mereka dilarang keluar. Saat penjaga rumah itu membeli pulsa, saat itulah K dan S kabur melalui pintu nelakang.

Setelah kabur, keduanya dengan menggunakan ojek meluncur ke bandara, sementara sejumlah wanita masih berada di dalam rumah tersebut. Di Sumatera Utara, K direkrut seseorang bernama Sonia, sedangkan S oleh Dewi.

Sebelum diberangkatkan ke negeri jiran, mereka berdua mengaku dikumpulkan di tempat yang sama di rumah singgah di Batam, tepatnya di Jalan Kenangan Blok VI. Ternyata di tempat itu telah ada belasan perempuan lain yang baru datang dan akan berangkat ke Malaysia.

Dia menyebut mereka yang direkrut itu akan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial di Malaysia. Mengetahui pekerjaan yang akan dilakoni, keduanya mengaku sempat ingin kabur saat berada di Batam, namun tak memiliki kesempatan. (*)

Editor: Roelan