PKP

Terlibat Pengeroyokan

Satpol PP Batam Amankan 11 Orang Anjal di Jalan Gajah Mada Tiban
Oleh : CR-1
Kamis | 13-09-2018 | 19:28 WIB
anjal-tiban.jpg honda-batam
11 anak jalanan yang diamankan Satpol PP Kota Batam di daerah Tiban. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Anggota Satpol PP Kota Batam mengamankan 11 orang anak jalanan (Anjal) di sepanjang Jalan Gajah Mada, Tiban, Sekupang, Kamis (13/9/2018).

Koordinator Patroli Satpol PP Kota Batam, Alex Wahyudi menjelaskan, 11 orang Anjal yang diamankan itu diduga terlibat pengeroyokan yang terjadi pada Rabu (12/9/2018) malam terhadap seorang warga Tiban. Bahkan, dari terduga pelaku yang diamankan itu, juga ditemukan adanya senjata tajam jenis cerulit.

"Anjal ini diamankan secara spontan saat Tim Patroli melihat mereka sedang nongkrong di depan KFC Tiban. Dan sebelumnya juga kami menerima informasi sehari sebelumnya, adanya pengeroyokan yang diduga dilakukan anak jalanan," jelas Alex.

Masih kata Alex, saat dilakukan interogasi, para remaja tersebut mengakui apa yang telah mereka lakukan terhadap warga Tiban itu.

"Iya pak, hal itu berawal saat dia (korban) kata-katain kami akibat adeknya ikut bergabung dengan kami. Bapak itu tampar adiknya (perempuan) di depan kami makanya spontan kami keroyok dia," tutur Kohir, anggota kelompok remaja yang sudah berusia 18 tahun itu.

Sebelum terjadi pengeroyokan, korban sebelumnya mendatangi kelompok anak jalanan tersebut karena adik perempuannya ikut gerombolan mereka. Adiknya telah satu hari satu malam tidak pulang ke rumah.

Karena kesal merasa mereka telah mempengaruhi adiknya, korban lantas marah-marah ke gerombolan remaja tersebut dan kemudian menampar adiknya.

Tidak terima sahabatnya ditampar, remaja tersebut pun mengeroyok korban, di antara mereka ada anak gadis yang berusia masih 14 tahun.

Saat diwawancarai wartawan, anak-anak tersebut mengaku sebagai remaja putus sekolah karena faktor ekonomi. Mereka berkumpul untuk sama-sama mencari uang dengan cara mengamen ataupun menjadi petugas parkir liar.

Lebih lanjutnya, para remaja tersebut mengelak disebut kerap berbuat onar seperti yang dicurigai petugas Satpol PP. Perihal senjata tajam yang diamankan petugas, pun mereka akui bukan milik mereka.

Editor: Gokli