Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hasil Penelitian, Nonton Piala Dunia Bisa Sebabkan Serangan Jantung Mendadak
Oleh : Redaksi
Senin | 18-06-2018 | 19:32 WIB
pendukung-jepang1.jpg Honda-Batam
Pendukung timnas Jepang. REUTERS/Yuya Shino

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sepak bola tidak hanya digemari oleh kaum pria tapi juga wanita. Terlebih dengan adanya Piala Dunia 2018 yang membuat banyak orang menantikan penampilan terbaik tim favorit mereka.

Tapi, tahukah Anda bahwa terlalu banyak menonton bola seperti Piala Dunia akan berdampak pada kesehatan. Konon menonton pertandingan olahraga dapat membuat stres. Hal itu ditemukan oleh penelitian di Canadian Journal of Cardiology.

Peneliti menemukan bahwa denyut jantung manusia meningkat 75 persen ketika menonton pertandingan sepakbola di televisi. Hal itu setara dengan stres jantung.

Mengutip laman Time, penelitian sebelumnya telah menghubungkan menonton acara olahraga dan kesehatan, dalam hal ini meningkatnya risiko serangan jantung dan kematian mendadak di kalangan penonton dan menyebut secara khsusus akan berdampak untuk orang-orang dengan penyakit arteri koroner.

Penelitian melibatkan 20 orang dewasa yang tinggal di Montreal, Kanada, yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Mereka memberikan informasi tentang kesehatan umum dan mengisi kuesioner “fan passion” untuk menentukan bagaimana mereka adalah pendukung tim Liga Hoki Nasional (NHL), Montreal Canadiens.

Kemudian, para peneliti dari Universitas Montreal mengukur detak nadi semua orang saat menonton pertandingan Canadiens. Setengah menonton di televisi dan setengahnya langsung di arena. Mereka menemukan bahwa detak jantung pemirsa televisi meningkat rata-rata 75 persen dan detak jantung peserta pertandingan meningkat sebesar 110 persen.

Itu sama dengan meningkatnya denyut jantung yang terlihat selama berolahraga berintensitas sedang hingga berat. Denyut jantung peserta tinggal di atas ambang batas untuk aktivitas fisik sedang selama sekitar 39 menit ketika menonton pertandingan di televisi.

Mereka yang di arena, denyut jantung berada di atas ambang batas aktivitas moderat selama 72 menit, dan di atas ambang batas aktivitas-kuat selama hampir 13 menit. Untuk itu, sekalipun banyak orang menunggu dan menantikan ajang olah raga ini disarankan untuk menjaga kesehatan serta selalu menjaga pola hidup sehat.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha