PKP

Kunjungi BP Batam, Duta Besar Inggris Bahas Proyek Kerja Sama Antar Negara
Oleh : Nando Sirait
Jum\'at | 01-06-2018 | 10:40 WIB
pertemuan-1.jpg honda-batam
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Mr Malik didampingi Anggota III Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Dwianto Eko Winaryo. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengunjungi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (31/05/2018) bersama rekan industri, Founder Citramas Group, Kris Wiluan dan Director Roadgrip, Raoul Pasaribu, bertempat di Marketing Centre BP Batam.

Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama dalam 3 tahun kedudukannya di Indonesia.

Malik menyampaikan bahwa tujuan dari kunjungannya kali ini adalah untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi lebih lanjut dengan BP Batam terkait kerja sama yang bisa direncanakan antara negara Indonesia dan Inggris.

Malik dan rombongan disambut langsung Anggota III Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Dwianto Eko Winaryo. Dalam kesempatan tersebut, Deputi yang akrab disapa Eko tersebut memaparkan beberapa presentasi terkait perkembangan Kota Batam, di antaranya, Nongsa Digital Park (NDP), nilai investasi proyek yang akan datang, alasan mengapa harus berinvestasi di Batam, dan rencana kerja sama bidang infrastruktur antara Indonesia dan Inggris.

Disampaikan Eko saat memberikan pemaparannya, besar harapannya agar perusahaan dari Inggris, terutama yang memiliki kantor cabang di Singapura, dapat bekerjasama untuk pembangunan infrastruktur di Kota Batam.

"Batam, dengan kelebihannya sebagai pulau berlokasi strategis, menawarkan kemudahan bagi investor asing untuk berinvestasi. Selain itu BP Batam juga telah memberikan kemudahan layanan investasi bagi perusahaan asing," kata Eko.

Malik memahami bahwa kebutuhan akan pembangunan infrastruktur di Kota Batam sangat besar. Namun hal itu juga harus dibarengi degan tenaga kerja profesional.

Ia menjamin bahwa perusahaan di Britania Raya memiliki apa yang dibutuhkan Batam, baik untuk pembangunan Bandara, pelabuhan, maupun area digital yang dapat membantu infrastruktur Kota Batam secara optimal.

Ia juga mengatakan bahwa penting bagi sumber daya manusia di Indonesia, khususnya Batam sebagai salah satu pintu gerbang internasional, untuk meningkatkan pendidikan Bahasa Inggris.

"Tentunya hal ini juga bisa kita rencanakan kerjasamanya dengan menggaet partner lokal, baik itu lembaga pendidikan atau sertifikasi di Batam, agar mampu meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan Bahasa Inggris di tingkat yang lebih baik lagi," jelas Malik.

Sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan Malik dengan BP Batam, ia mengatakan bahwa selesainya perayaan Idul Fitri bulan Juni mendatang akan dilaksanakan pertemuan di Jakarta bersama perusahaan-perusahaan Inggris sebagai penetrasi awal, dengan harapan Indonesia dapat berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

Malik juga menambahkan bahwa akan dijadwalkan kunjungan perusahaan-perusahaan tersebut ke Batam setelah pertemuan di Jakarta usai dilaksanakan.

Seluruh masukan dalam diskusi kali ini diterima dengan baik oleh BP Batam sebagai rekomendasi dan masukan yang akan dirumuskan dalam melangkah ke depan, baik di tingkat lokal, provinsi maupun pusat.

Editor: Gokli