Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tuntut Kesejahteraan Buruh

Peringatan May Day, 20 Ribu Buruh di Batam Turun ke Jalan
Oleh : Irwan Hirzal
Senin | 30-04-2018 | 13:56 WIB
suprapto1.jpg Honda-Batam
Panglima Garda Metal dan Seketaris FSPMI Batam, Suprapto. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sebanyak 20 ribu orang buruh di Batam diperkirakan akan menggelar unjuk rasa di kantor Pemko Batam, Selasa (1/5/2018) besok. Aksi demo itu mereka gelar untuk memperingati hari buruh sedunia atau May Day 2018. 

Panglima Garda Metal dan Seketaris FSPMI Batam, Suprapto mengatakan, buruh yang akan turun ke jalan merupakan gabungan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Serikan Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Batam.

"Tanggal 1 Mei hari yang harus diperjuangkan kaum buruh. Di hari libur harusnya bukan untuk liburan, tetepi bagi kami buruh dapat menyampaikan pendapatnya. Kami berharap ada 20 ribu buruh di Batam yang ikut menyuarakan aksinya. Tapi kita lihat situasi besok seperti apa," ujarnya, Senin (30/04/2018).

Meski demikian untuk mencapai angka 20 ribu orang, serikat buruh di Batam tidak akan mengelar sweeping. Suprapto menegaskan pihaknya tidak akan mengelar aksi tersebut, karena jauh-jauh hari sudah mengirimkan surat kepada seluruh perusahaan untuk mengajak buruh melakukan aksi.

Namun demikian, pihaknya tetap mengontrol kebeberapa perusahaan di Batam. Agar dapat mengajak kaum buruh ikut dalam mengelar unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota (Pemko)Batam dan Kantor Graha Kepri.

"Target kami 20 ribu, inilah satu bentuk perjuangkan kita, serta mengaspiresi kaum buruh terdahulu. Saya tekankan besok tidak ada sweeping, tapi tetep kami melihat dan berkordinasi," ujarnya.

Suprapto menambahkan ada 5 titik kumpul buruh sebelum mengelar aksi di kantor Pemko Batam yakni di Tanjunguncang, Mukakuning, Batam Center, Batuampar dan Kabil pada pukul 08.00 WIB.

"Kita berangkat ke kantor Wali Kota dari titik kumpul pukul 09.00 WIB. Sekarang bukan lagi memperjuangkan jam kerja, tapi memperjungkan kesejahteraan kaum pekerja dan kehidupan yang layak bagi buruh," ungkapnya.

Editor: Yudha