Panwas Tanjungpinang Ingatkan Guru Jangan Jadi Aktor Politik Praktis
Oleh : Habibi Khasim
Selasa | 17-04-2018 | 12:40 WIB
mariyamah-panwaslu-tpi.jpg honda-batam
Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Mariyamah. (Foto: Habibi Khasim)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang, Mariyamah mengingatkan kepada para guru atau biasa disebut pendidik dan tenaga kependidikan untuk tidak menjadi aktor politik praktis. Menurut Mariyamah, guru sebaiknya melakukan tugas dengan baik dan gunakan hak pilih saat hari Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota ada 27 Juni 2018.

"Guru tugas pokoknya adalah mendidik dan mengajar. Di tahun politik seperti ini guru juga tidak luput dari pengawasan dalam menjaga netralitasnya terutama guru yang berstatus ASN. Silahkan berpartisipasi untuk Pilkada tetapi tidak terlibat berpolitik praktis," kata Mariyamah saat diwawancarai, Selasa (17/4/2018).

Namun, sambung Mariyamah, guru harus juga memikirkan Tanjungpinang ke depan. Untuk itu, harapan Panwaslu guru bisa berpartisipasi dengan ikut mengawal Pilkada Tanjungpinang agar tetap kondusif.

"Harapan guru bisa ikut membantu kita mengawal, bukan justru 'bermain' dan terlibat politik praktis dengan salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota," kata Mariyamah.

Selain tugas pokok sebagai pengajar, di lingkungan tempat tinggalnya guru juga teladan bagi masyarakat. Untuk itu, menjadi pahlawan tanpa tanda jasa untuk Kota Tanjungpinang dengan mengawal Pilkada agar damai sangat diharapkan kepada guru.

"Bagi guru yang berstatus ASN, sudah jelas ada larangan tidak boleh terlibat dalam dunia politik. Jika terbukti tentu ada sanksinya. Bagi guru non ASN, meski secara aturan tidak diatur sperti ASN, namun tetap saja ada sikap moral yang perlu diperhatikan dan dijaga agar tidak mencoreng nama baik dunia pendidikan," kata Mariyamah.

Editor: Gokli