PKP

Mengenali Waktu yang Tepat Ganti Kampas Kompling Motor
Oleh : Redaksi
Senin | 16-04-2018 | 11:30 WIB
kampas-kopling.jpg honda-batam
Ilustrasi - Kampas kopling. (Otomotifnet.com)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pada motor bertransmisi manual dan semi otomatis seperti sport dan bebek, terdapat komponen bernama kopling.

Kopling berfungsi sebagai pemutus, sekaligus penghubung antara mesin dan transmisi, yang kemudian diteruskan ke gigi utama, dan selanjutnya berakhir di putaran roda belakang.

Kopling sendiri terdiri dari beberapa jenis part. Mulai dari rumah kopling, pusat kopling, pelat gesek, pelat kopling, pelat penekan, dan pegas kopling.

Salah satu komponen kopling yang perlu diganti secara berkala adalah pelat gesek atau biasa disebut kampas kopling.

"Menurut panduannya, kampas kopling harus diganti setiap kelipatan 24 ribu km atau 2 tahun sekali," buka Harry, mekanik Yamaha Artha Prima, Kalimalang Bekasi, (15/4).

Meski pabrikan menganjurkan pergantian kampas kopling di kisaran interval 20.000 km, waktu penggantian bisa lebih cepat dari itu.

"Khususnya untuk motor yang sering dipakai jarak jauh dan kesalahan karena terlalu sering memakai setengah kopling, pergantian kampas bisa lebih cepat," terang Harry.

Selain bisa mengidentifikasi dari jarak tempuh motor dan melihat secara langsung kondisi keausannya, kampas kopling yang menipis juga bisa diketahui ciri-cirinya dari kinerja motor.

"Biasanya tarikan awal motor agak lemah dan persneling jadi keras. Selain itu kadang juga terjadi selip saat gigi dioper," pungkas Harry.

Jika sudah begitu, interval pemakaian pun sudah enggak jadi patokan. Lebih baik langsung ganti kampas yang baru supaya kerusakan tidak menjalar ke pelat, bahkan rumah kopling.

Sumber: GridOto.com
Editor: Gokli