PKP

Konflik Transportasi Online dan Konvensional di Batam, Gubernur Minta Semua Pihak Bersabar
Oleh : Ismail
Selasa | 13-03-2018 | 14:50 WIB
kepolisian-berjada-di-antara-kedua-kubu1.jpg honda-batam
Jajaran Polresta Barelang ditempatkan di antara dua kubu yang nyaris bertikai di pintu gerbang Harbour Bay Mall (Foto: Romi Chandra)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengajak semua elemen masyarakat agar dapat menjaga ketenteraman di daerah Kepri.

Hal tersebut disampaikan menyusul terjadinya konflik, untuk kali kesekian, antara driver transportasi online dengan konvensional di depan Harbour Bay, Batuampar, Senin (12/3/2018) malam.

Ia menyebut, dengan adanya konflik tersebut maka dikhawatirkan akan memengaruhi pariwisata di Kota Batam.

"Ini saya mau ke Batam melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk mengatasai masalah ini," ungkapnya di sela kegiatan di Tanjungpinang, Selasa (13/3/2018).

Nurdin meminta kepada kedua belah pihak untuk bersabar, hingga pemerintah dapat memberikan solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Memang diakuinya, pada era perkembangan zaman sekarang ini, teknologi harus bisa digunakan serta dimanfaatkan dengan baik. Dimana masyarakat, harus berlomba-lomba berinovasi dengan memanfaatkan teknologi.

"Kita harus ikuti perkembangan teknologi. Jangan hanya terpaku dengan cara-cara lama. Orang sekarang jualan pisang goreng saja sudah online," tukas Nurdin.

Sebelummya, Kericuhan kubu driver transportasi online (Gojek dan Taksi) dan konvensional di depan Harbour Bay, Batuampar, Senin (12/3/2018) malam, kian memanas. Kedua kubu nyaris bentrok, dan bahkan sempat terjadi saling dorong.

Kericuhan tersebut berawal saat satu taksi online dicegat taksi konvesional karena mengambil penumpang di jalan, depan Harbour Bay Mall. Kemudian mobil dibawa ke dalam kawasan Harbour Bay.

Hal ini menyulut emosi pra driver painnya, baik di pihak taksi online maupun ojek online sehingga mereka berniat menyerang ke Harbour Bay.

Editor: Yudha