PKP

E-KTP Rusak atau Mengelupas, Hubungi Mang Ade Biar Jadi Baru Lagi
Oleh : Redaksi
Minggu | 04-03-2018 | 12:01 WIB
mang_ade1.jpg honda-batam
Mang Ade tengah menawarkan jasanya melakukan reparasi e-KTP saat ditemui di Bazar Koopsau Halim Perdana Kusuma, Jl. Kopat Darat, Jakarta Timur

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Mang Ade bisa jadi solusi untuk warga yang bingung gara-gara e-KTP mengelupas dan rusak. Mang Ade cuma butuh waktu 5 menit untuk 'menyulap' e-KTP rusak jadi seperti baru. Alat-alat yang dipakai pun sederhana. Bagaimana caranya?

Pria berusia 65 tahun ini mengisahkan awal mula dia mulai 'menyulap' e-KTP ini. Mang Ade memperbaiki e-KTP rusak milik salah satu pengunjung Bazar Koopsau, Jl. Kopat Darat, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Minggu (4/3/2018).

Alat-alat untuk memperbaiki e-KTP selalu dibawa Mang Ade di tasnya yang berwarna hitam. Alat-alat yang digunakan yaitu minyak kayu putih, isolasi, double tape, korek api, gunting, cutter dan anti gores untuk layar HP. Sambil jongkok,

Pertama-tama ia mengelupas bagian data KTP. Setelah terkelupas, ia langsung menggosok bagian blangko KTP tersebut dengan minyak kayu putih supaya bersih.

Setelah itu, Mang Ade menempelkan double tape dan memotongnya dengan cutter supaya pas dengan blangko. Lalu ia menempelkan bagian yang terkelupas tersebut ke blangko dan menempelkan anti gores.

Waktu perbaikan hanya 5 menit. Ia mematok harga Rp 10 ribu untuk perbaikan KTP dan Rp 5 ribu untuk 3 sampul jualannya.

"Awalnya KTP saya sendiri rusak, itu sekitar 2 tahun yang lalu ya, saya coba benerin, ya dari pengalaman aja trus saya coba jual jasa saya. Tapi Saya cuma sebatas memperbaiki ya, nggak bisa melebihi dan mengurangi, kalo tulisannya atau foto hilang saya nggak bisa nambah itu kan hak pemerintah saya cuma bisa benerin aja," ujar Mang Ade Mang Ade saat ditemui di Bazar Koopsau Halim Perdana Kusuma, Jl. Kopat Darat, Jakarta Timur, Minggu (4/3/2018).

Ade menawarkan jasanya setiap hari meski tanpa tempat jualan tetap. Saat hari kerja ia sering berjualan di pasar, dan pada hari libur, sering berjualan di bazar atau pasar kaget.


"Kerja sampe sore, semampunya saya aja gitu nggak berbatas," ujar Ade.


"Kita nggak punya tempat jualan tetep. ke mana arah mata angin aja, kadang di sini, kadang ke pasar Jatinegara, pernah ke taman merdeka Depok, Tangerang. mana aja," paparnya.

Ia mempunyai 3 anak yang tinggal di Garut. Ade tinggal di Jakarta sebatang kara. "Di Jakarta sendiri, anak istri di Jawa, tinggal nggak nentu di mana mau ngontrak rumah juga dari mana ya," ujar Mang Ade.

Sebelum menjadi tukang reparasi KTP, Ade berjualan serabutan. Ia berjualan apa saja yang menurutnya bisa menjadi peluang usaha.

"Serabutan kadang jualan jaket, jualan cincin batu akik, apa aja yang sekiranya bisa, keliling daerah serabutan lah," ucapnya.

Ade lebih memilih untuk berjualan jasa reparasi KTP. Menurutnya itu lebih menguntungkan.

"Dua tahun terakhir jualan ini, ya lebih menguntungkan jualan ini ya daripada jualan yang lain. Karena modalnya sekian untungnya sekian, kalo nominal saya nggak bisa sebut kan urusan dapur ya," pungkas Mang Ade.

Sumber: Detik.com
Editor: Surya