28 Negara Uni Eropa Peringatkan Trump Tak Pindahkan Kedutaan AS ke Jerusalem
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 08-12-2017 | 10:02 WIB
AS.jpg
Perwakilan Tinggi Uni Eropa urusan luar negeri Federica Mogherini di Brussels, Kamis (7/12/2017).(THIERRY CHARLIER / AFP

BATAMTODAY.COM, Brussels - Seluruh menteri luar negeri dari 28 negara anggota Uni Eropa telah memperingatkan Trump melalui wakil diplomatnya, Rex Tillerson, untuk tidak memindahkan kantor kedutaan AS untuk Isrel ke Jerusalem.

Peringatan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan langsung yang diselenggarakan selang sehari sebelum Trump mengumumkan pengakuannya terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Pernyataan yang disampaikan Trump berpotensi membawa kita melangkah mundur ke masa yang lebih kelam dibandingkan masa di mana kita hidup saat ini," kata Perwakilan Tinggi Uni Eropa urusan luar negeri Federica Mogherini di Brussels, Kamis (7/12/2017).

"Posisi Uni Eropa sangat jelas dan kami percaya solusi paling masuk akal dalam konflik antara Israel dengan Palestina bergantung pada kedua negara dan dengan Jerusalem tetap sebagai ibu kota kedua negara," tambahnya.

Dalam pidato yang dilakukan Rabu (6/12/2017), Trump menyampaikan akan memindahkan kantor kedutaan AS yang saat ini ada di Tel Aviv ke Jerusalem.

Penyataan Trump tersebut telah membalikkan kebijakan yang dipegang AS selama puluhan tahun sebelumnya.

Tak lama usai pengakuan itu, perselisihan pun terjadi dengan warga Palestina yang turun ke jalan, melakukan aksi mogok dan protes.

Sementara Israel mengirimkan tentaranya ke Tepi Barat setelah kelompok Hamas menyerukan kembali dilakukannya intifada atau pemberontakan.

Uni Eropa mengingatkan pihak-pihak terkait konflik Palestina dan Israel untuk menahan diri dan mencegah ketegangan terus meningkat.

"Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi saat ini adalah meningkatnya ketegangan di sekitar tempat-tempat sakral karena apa yang terjadi di Jerusalem penting bagi seluruh kawasan itu sekaligus seluruh dunia," kata Mogherini dikutip The Independent.

Sumber: The Independent
Editor: Udin


BNN-KEPRI