Seminggu Pasca Penanganan Bencana, Dinsos-P3A Lingga Tutup Posko Dapur Umum
Oleh : Bayu Yiyandi
Kamis | 07-12-2017 | 20:02 WIB
Posko-Bencana-Lingga.jpg
Posko Dapur Umum ditutup dan diubah jadi Posko Siaga Korban. Sebab sampai saat ini bantuan dari sejumlah donatur masih terus mengalir dan masih juga tetap akan dibagikan sesuai peruntukan korban (Foto: Bayu Yiyandi)

BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Dinsos-P3A Kabupaten Lingga secara resmi telah menutup Posko Dapur Umum penangan bencana untuk korban kebakaran Pasar Daik yang terjadi seminggu lalu.

Kepala Dinsos-P3A Lingga, Nurmadiah, mengatakan bahwa penutupan itu dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Bupati Lingga dan sejumlah lintas OPD bahwa untuk penanganan darurat pasca kebakaran itu cukup dalam tenggang waktu tersebut.

"Untuk Posko Dapur Umum ini kita tutup. Karena untuk penanganan darurat itu cukup satu minggu. Ini juga berdasarkan hasil rapat kita bersama Bupati kemarin," kata Nurmadiah kepada BATAMTODAY.COM ketika ditemui, Kamis (7/12/2017) sore.

Ia menjelaskan, penutupan itu dilakukan juga dengan tujuan agar korban tidak melulu manja dengan bantuan yang terus mengalir.

Ditambah lagi dengan bantuan yang terus diantar ke tempat pengungsian mereka oleh petugas yang telah disiapkan.

"Jadi nanti, tidak lagi kita antar bantuannya langsung ke mereka. Mereka yang jemput. Karena biaya operasional kita untuk itu cukup satu minggu dan biayanya juga besar," terangnya.

Sambung Nurmadiah, meski Posko Dapur Umur ditutup, pelayanan bantuan masih tetap akan diterima oleh pihaknya. Sebab posko darurat lainnya masih tetap berdiri menunggu tindak lanjut dari rapat akhir yang dilaksanakan dalam waktu dekat ini.



"Posko lain masih tetap berdiri dan masih dibuka. Dan Posko Dapur Umum ini kita tutup, kita ubah menjadi Posko Siaga Korban. Karena sampai saat ini bantuan dari sejumlah donatur masih terus mengalir dan masih juga tetap akan kita terima dan juga kita bagikan sesuai peruntukan korban," ujarnya.

Sementara untuk korban, dijelaskan Nurmadiah lagi, sudah mengungsi ke rumah saudaranya masing-masing. Itu pun juga sudah tercatat dari awal kejadian, sebab mereka punya keluarga.

"Kalau korban saat ini banyak sudah ke rumah keluarganya. Sebab mereka punya keluarga. Jadi hanya beberapa saja yang tinggal di tempat pengungsian yang telah kita siapkan," kata dia.

Saat ini, dikatakan Nurmadiah, pihaknya hanya tinggal menunggu hasil dari olah tim Labfor yang didatangkan Polres Lingga untuk mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi di Pasar Daik pada Selasa (28/11/2017) lalu.

Setelah itu, pihaknya bersama dinas terkait lainnya akan melakukan pembersihan lokasi. Namun hal itu juga menunggu hasil laporan dari pemilik lahan dengan membuat berita acara.

"Nanti kita beri waktu untuk pemilik lahan dari korban itu untuk mencari sisa-sisa barang yang bisa diselamatkan. Setelah itu kita minta buat berita acaranya dengan keterangan sudah boleh dilakukan pembersihan lahan. Yang memimpin pembersihan ini nanti juga langsung dari TNI dibantu tim dari Tagana termasuk juga yang lain seperti Satpol PP," tutup Nurmadiah

Editor: Udin


BNN-KEPRI