Berlibur ke Bintan, Jangan Lupa Otak-Otak Sotong Produksi Wak Lumbunk
Oleh : Redaksi
Kamis | 07-12-2017 | 11:38 WIB
o1-2.jpg
Warung Wak Lumbunk milik Rubiah mampu menjual 3.000 otak-otak sotong di hari libur. (Foto: Mery Diana)

Oleh: Mery Diana Linggar Jati, mahsiswa magang di Kantor BATAMTODAY.COM Biro Tanjungpinang dari UMRAH.

BATAMTODAY.COM, Bintan - Penganan Otak-otak, merupakan kuliner khas Melayu berbahan tepung yang dicampur dengan ikan dan dibungkus dengan daun kelapa. Dengan cara memasaknya yang hanya dipanggang di atas bara arang, makanan kenyal berbentuk panjang ini menjadi buruan wisatawan ketika berlibur ke kawasa wisata Trikora, Kabupaten Bintan.

Daerah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, menjadi kawasan sentra penghasil penganan otak-otak di Bintan. Di kawasan ini, menjadi tempat persinggahan pengunjung maupun pendatang yang ingin atau pulang berwisata pantai di Kawasan Pantai Tri Kora, untuk berburu otak-otak.

Salah satunya adalah warung Wak Lumbunk milik Rubiah, pembuat otak-otak dengan campuran sotong di Jalan Pasir Bersisik, Kecamatan Gunung Kijang. Dengan adonan tepung yang dicampur dengan daging sotong serta bumbu rempah-rempah yang telah dihaluskan menjadi penghasilan rutin keluarga Rubiah itu saban hari.

Kepada wartawan magang BATAMTODAY.COM, Rubiah mengatakan, untuk membuat adonan otak-otak, pihaknya selalu menjaga kekhasan dengan cita rasa sotong dan rempah yang menjadi bahan utama.

Berdiri sejak 2009 lalu, usaha Otak-otak Wak Lumbunk tidak jauh dari kawasan wisata Pantai Trikora dan persis di tengah jalan, membuat otak-otak, produksi warung Wak Lumbunk mudah dijumpai.

Hampir setiap hari antrean pengunjung atau wisatawan luar menyempatkan diri mampir dan membeli otak-otak di warung Wak Lumbunk. Rasanya yang enak dan gurih, dengan tekstur lembut otak-otak buatan Wak Lumbunk, membuat pembeli merasa ketagihan.

Dalam satu hari, Rubiah mengaku dapat menghabiskan 3.000 bungkus produksi otak-otak. "Kalau hari libur paling banyak pembeli. Tetapi kalau hari biasa hanya ratusan bungkus aja yang laku," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Mengenai pembeli dikatakan Rubiah, bukan hanya pendatang dari Tanjungpinang saja, namun ada juga wisatawan dari Lagoi, Batam serta daerah lain. Satu otak-otak di warung Wak Lumbunk dijual seharga Rp1.000.

Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, saat ini Rubiah mempekerjakan 4 orang karyawanya dibantu oleh beberapa orang anak-anaknya. "Khusus hari libur atau Minggu paling ramai, dan untuk melayani pembeli terpaksa seluruh anak-anak ikut membantu," ujarnya.

Dengan cita rasa dan kekhasan sotong yang dimiliki, Otak-otak Wak Lambunk mudah diingat dan kelezatannya berbeda dengan otak-otak ikan lainya.

Bagaimana, anda ingin mencoba? Silakan datang ke Kedai Otak-otak Wak Lumbunk di Kabupaten Bintan.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI