Antisipasi Angin Utara, Diskop UKM Perindag Anambas Anjurkan Pengusaha Timbun Barang
Oleh : Fredy Silalahi
Rabu | 06-12-2017 | 19:02 WIB
penimbunan-beras.jpg
Ilustrasi penimbunan beras (Sumber foto: Metrotvnews.com)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Kepulauan Anambas?, melegalkan para pengusaha untuk menimbun barang sebanyak-banyaknya.

Hal ini diketahui setelah dinas tersebut mengeluarkan surat edaran kepada para pengusaha untuk mengantisipasi kelangkaan barang ketika musim angin Utara.

"Untuk mengantisipasi kelangkaan sejumlah barang pokok, kita meminta para pengusaha menyimpan barang sesuai kapasitas gudangnya. Ketika musim angin Utara, transportasi laut akan lumpuh, dikhawatirkan terjadi kelangkaan barang," terang Usman, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Anambas, Rabu (6/12/2017).

Dia juga mengakui, untuk kebutuhan sayur dan bumbu dapur akan ada kelangkaan. Pasalnya, sayur dan bumbu dapur masih didatangkan dari Tanjungpinang. Namun begitu, petani di Anambas akan bisa menutupi kelangkaan sayur maupun bumbu dapur.

"Tetapi untuk wilayah Anambas ini, petani jarang menanam cabai dan sayur-sayuran. Yang ada tanaman tua semua, seperti cengkeh, kelapa dan lainnya. Sehingga kita selalu mendatangkan sayur dan bumbu dapur dari Tanjungpinang. Dan ketika transportasi laut lumpuh, maka terjadi kelangkaan dan harga sayur maupun bumbu dapur melambung tinggi," jelasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Tarempa, Suhardi, mengatakan bahwa budaya penimbunan sejumlah barang pokok oleh para pengusaha tetap terjadi di Anambas, khususnya Tarempa. Menurutnya, hal tersebut dilakukan hanya pada musim angin utara saja.

"Itu sudah rahasia umum bagi masyarakat, karena selalu ada penimbunan. Justru itu yang diinginkan pemerintah. Tetapi sisi negatifnya, yakni pemerintah kurang mengontrol peredaran barang itu di pasar," ungkap Suhardi.

"Misalnya kita beli gula. Dengan alasan kapal tidak ada masuk, sehingga penjualannya dibatasi dan harga melambung tinggi. Itu yang tidak diawasi pemerintah, sehingga para pengusaha semakin leluasa, apalagi mendapat dukungan untuk menimbun barang pokok. Para pengusaha semakin merajalela," tegasnya lagi.

Editor: Udin


BNN-KEPRI