Sarjana Qur'an Pertama Kopertais Riau-Kepri Lahir di Batam
Oleh : Saibansah
Sabtu | 02-12-2017 | 08:00 WIB
Sarjana_Quran_STIQ_Kepri.jpg
Senyum kebahagiaan para Sarjana Qur'an angkatan pertama SITQ Kepri. (Foto: Ist)

DI HARI kelahiran Nabi Muhammad, 12 Rabi'ul Awal, bertepatan dengan sayyidul ayyam, Jum'at, 1 Desember 2017, lahir sarjana qur'an pertama di wilayah Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri. Siapakah mereka? Berikut catatan wartawan BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani.

Air mata seorang mahasiswi STIQ (Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur'an) Kepri itu akhirnya pecah. Skripsi yang dipersiapkan sejak lima bulan lalu, seolah berubah menjadi tumpukan koran bekas. Di hadapan Dr.H.M. Syaefuddin, Wakil Koordinator Kopertais XII Riau-Kepri yang juga dosen UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Qosim Pekanbaru, hasil penelitiannya diuji dan 'dipatahkan'.

Dengan keilmuan yang diserapnya selama menjadi mahasiswa STIQ Kepri, mahasiswi itu terus mempertahankan argumentasi dan hasil penelitiannya. Sampai akhirnya ia pun dinyatakan lulus dan berhak menjadi seorang Sarjana Qur'an.

"Alhamdulillah, di hari kelahiran rosul, maulid Nabi Muhammad, telah lahir Sarjana Qur'an pertama di wilayah Kopertis Riau-Kepri," ujar Syaefuddin saat yudisium di Kampus STIQ Kepri, Jum'at (1/12/2017).

Sementara itu, saat hasil ujian dibacarakan di momentum yudisium, seorang mahasiswi STIQ Kepri lainnya, jatuh pingsan. Begitu namanya dinyatakan lulus, ia pun langsung terkulai lemas dan ambruk dari kursinya. Akhirnya, ia pun dibopong beramai-ramai keluar dari ruangan yudisium.

Di wilayah Kopertais XII Riau-Kepri, lanjut Syaefuddin, belum ada sarjana qur'an yang lulus. Sarjana Qur'an dari STIQ Kepri inilah yang pertama. "Karena itulah, sebagai kakak tertua STIQ Kepri ini, makanya kami mengawal betul-betul dari awal hingga akhir. Semoga ini menjadi sunnah hasanah bagi adik-adiknya kelak," tutur sang 'doktor killer' itu.

Kedua peristiwa itu bukan rekayasa. Itu ekspresi ada adanya. Seolah para mahasiswa STIQ Kepri angkatan pertama itu, tidak percaya. Karena kini mereka telah bergelar Sarjana Qur'an. "Kita wajib bersyukur, karena angkatan pertama STIQ Kepri telah lulus. Dan alhamdulillah lagi, akreditasi kampus kita masuk katagori B," ujar Pembantu Ketua I STIQ Kepri, Zufriatun, M. Pd.I.

Yang terpenting, lanjut Zufriatun, sebagai seorang Sarjana Qur'an adalah kiprah dan kotribusinya di tengah-tengah masyarakat. Karena itulah salah satu dari empat misi pendirian STIQ Kepri.

Sementara itu, alumni paling 'senior' yang baru dinyatakan lulus itu, Sadikun mengatakan, dirinya sangat bersyukur telah mencapai garis akhir program mata kuliah yang ditempuhnya selama empat tahun ini. "Tidak menyangka, akhirnya sampai juga di ujung proses perkuliahan ini, semoga ilmu kita ini bermanfaat dunia dan akhirat," ujar pria berambut putih itu.

Jumlah para Sarjana Qur'an angkatan pertama STIQ Kepri itu tidak banyak, hanya 14 orang. Mereka itu adalah, Sadikun, Akmaluddin, Siti Khadijah, Lina Yusofa, Safri, Ramona, Muhammad Yunus, Muhammad Nasir, Tuwarni Khudori Anik, Mariana, Wahyu Miharja, Qomaruddin, Zaimah dan Saibansah Dardani.

Selamat mendedikasikan ilmu, para sarjana qur'an.

Editor: Dardani


BNN-KEPRI