Danlanal Karimun Minta Nelayan Lokal Berperan Aktif Berantas Aktivitas Kriminal di Laut
Oleh : Wandy
Rabu | 15-11-2017 | 17:02 WIB
Sosialisasi-nelayan-karimun.gif
Sosialisasi peningkatan kepedulian keselamatan pelayaran serta menjaga hubungan harmonis antar nelayan Kabupaten Karimun yang digelar di Aula Yos Sudarso Lanal TBK. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Totok Irianto meminta kepada seluruh masyarakat nelayan di Kabupaten Karimun agar dapat berperan aktif dalam memberantas aktivitas kriminal di laut.

"Kita ketahui banyaknya kegiatan yang terjadi di laut. Oleh sebab itu nelayan yang merupakan mata telinga kita di laut, dan apa yang terjadi dilaut agar dapat dilaporkan seperti halnya membuang limbah, terjadinya giat ilegal narkoba dan senjata. Sekiranya ada yang mencurigakan dapat melapor ke kita," kata Totok saat menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan kepedulian keselamatan pelayaran serta menjaga hubungan harmonis antar nelayan Kabupaten Karimun yang digelar di Aula Yos Sudarso Lanal TBK, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan, ada istilah 'Nelayan Siluman' yang menjadi salah satu modus yang dilakukan oleh para pemain narkoba untuk menyeludupkan narkotika agar terhindar dari deteksi petugas. Sehingga melalui sinergitas bersama aparat terkait dengan masyarakat nelayan yang memang secara langsung memahami situasi dan kondisi saat melaut.

"Saat melaut masyarakat yang memahami kondisinya di lapangan, dan apabila terjadi sesuatu hal, pasalnya informasi dari nelayan sangat akurat," ujarnya.

Menurutnya, selain dalam pengawasan di wilayah laut, dilakukan patroli keamanan laut bersama TNI-Polri untuk menghindari masuknya narkoba ke Kabupaten Karimun.

"Kita juga melakukan patroli bersama, dengan memeriksa masing-masing kapal nelayan. Sebab modus penyeludupan narkoba juga berperan sebagai nelayan, jadi untuk masyarakat yang memang bekerja mencari ikan jangan takut, itu bentuk patroli yang kami lakukan," ungkapnya.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI