EO Peringatan Sumpah Pemuda dan JPI 2015 di Tanjungpinang Tak Dapat Bayaran Layak
Oleh : Charles Sitompul
Sabtu | 31-10-2015 | 13:20 WIB
jpi.jpg

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kendati menghabiskan dana APBD Kepri Rp 2,8 miliar untuk pembiayaan Peringatan Sumpah Pemuda (PSP) dan Jambore Pemuda Indonesia ‎(JPI) tahun 2015 tingkat Nasional di Kota Tanjungpinang, namun Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri ternyata tidak membayar secara layak sanggar seni dan event organizer (EO) Laksamana Negeri Pantun yang mengurusi acara tersebut.

Pimpinan EO Laksamana Negeri Pantun, Mahroni, mengatakan, keterlibatannya dalam acara Peringatan ‎Hari Sumpah Pemuda dan Jambore Pemuda Indonesia dilakukan, atas penunjukan secara langsung oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Kepri.

"Dalam kegiatan ini, kami hanya untuk membantu, dan tidak dibayar sesuai kontrak, karena memang penanganan kegiatan ini juga tidak ada dilelang, dan EO kami ditunjuk langsung untuk membantu," kata Mahroni kepada BATAMTODAY.COM, Jumat (30/10/2015). 

Lebih lanjut, Humas dan Dosen UMRAH ini juga mengaku, pihaknya juga dibantu oleh anggota Purna Prataria Muda Indonesia (PPMI) sebagai mitra dalam menggelar acara bertaraf nasional itu.

"Panitia tidak ada membicarakan masalah bayaran, Kami hanya dapat dana operasional dari Dispora Kepri untuk mengisi dan membantu pengurusan setiap kegiatan acara," kata Mahroni. 

Sedangkan yang menyediakan fasilitas stand pameran bagi utusan 34 provinsi, serta peralatan kegiatan Perkemahan Jambore Pemuda di Lapangan Sulaiman Abdullah, tambah dia, adalah EO yang ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga dan sedangkan penjagaan dibantu oleh TNI-AL. 

"Semua yang menyediakan fasilitas dan properti acaranya itu adalah EO yang ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, mau masukan artis daerah kita aja nggak dikasih, semua mereka yang tangani," jelasnya.

Disinggung, dengan besaran, alokasi dana APBD Kepri untuk membiayai kegiatan yang mencapai Rp 2,8 miliar, Mahroni, mengaku tidak mengetahuinya, dan sepenuhnya, diakatakan merupakan urusan dari Dinas Pemuda dan Olahraga. 

"Kami tidak tahu ada dana sebesar itu, kami hanya diberikan dana Operasional, kalau nanti ada Honor Tak Tahu-lah," ujarnya. Baca: Habiskan Dana Miliaran, Fasilitas Kemah JPI Dikeluhkan Peserta 

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kepri, Amril Agustar, yang dikonfirmasi, terkait dengan acara ini belum dapat memberikan jawaban. Amril enggan menjawab telepon maupun pesan singkat yang dilayangkan kepadanya.

Sebagaimana diketahui, Peringatan Sumpah Pemuda dan JPI Tingkat Nasional 2015, yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang menghabiskan miliaran dana APBN dan Rp 2,8 miliar dari APBD Kepri ini, awalnya ditaja akan dapat menggerakan ekonimi kerakyatan di tengah krisis ekonomi masyarakat.

Sayangnya, akibat kegiatan tidak terkelola dengan baik, dan minimnya promosi sehingga antusias dan peran masyarakat dalam memeriahkan iven nasional ini sangat kurang. Bahkan sejumlah warga Yanjungpinang sendiri, mengaku tidak tahu dan paham dengan kegiatan yang dilaksanakan tersebut.

"Kegiatannya skala nasional tapi antusias masyarakat di sini sangat minim, hingga JPI dan pameran terlihat sepi," kata seorang peserta yang mengaku berasal dari Jawa Timur.

Editor: Dodo