Alamak, Pembangunan 12 MW PLTMGH Dompak Juga Molor
Oleh : Charles Sitompul
Selasa | 06-10-2015 | 13:02 WIB
IMG_20151005_120322_edit.jpg
General Maneger (GM) Wilayah PT.PLN (Persero) Riau Kepri Febi Joko Priharto. (Foto: Charles Sitompul)

BATAMTODAY.COM,Tanjungpinang - Selain listrik interkoneksi listrik Batam-Bintan yang pembangunanya molor. Ternyata, pembanguan 12 MW Pembangkit Pusat Listrik Tenaga Mesin (PLTMG) atau Gas atau Gas Engine Power Plant (GEPP) Dompak yang sebelumnya dijanjikan PT PLN (Persero) akan rampung Agustus 2015 juga terancam molor.

General Maneger (GM) Wilayah PT.PLN (Persero) Riau Kepri Febi Joko Priharto beralasan, pelaksanaan pembangunan PLTMG Dompak di Tanjungpinang itu terkendala dengan tehnologi presedur regulatiet sistim atau prosedur regulasi tehnologi yang memerlukan spesifikasi dan teknisi khusus.

"Terus terang kami mengalami kendala tehnis, ditambah harus adanya kehati-hatian. Karena memang memiliki resiko yang sangat tinggi dengan pembangkit PLTMG ini, yang bukan hanya pada instalasi PLN tetapi juga pada masyarakat sekitar," ujarnya usai melaksanakan pertemuan dengan PJ,Guernur Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin,(5/10/2015).

Kalau sudah diangap nanti benar dan sistemnya aman, tambah Febi, Pembangkit Listrik 12 MW PLTMG Dompak itu baru akan diopersikan.

"Sebenarnya sampai saat ini progres pelaksanaan pemasangan tapak dan mesin sudah selesai. Tetapi, karena bahan bakar gasnya untuk mengoperasikan dibawa dari Batam, hingga dalam transportasinya harus benar-benar aman," tambahnya. 

Ditanya mengenai waktu akan mulai beroperasinya PLTMG tersebut, Febi mengatakan, pihaknya optimis akan dapat selesai pada Akhir Oktober bulan ini.

"Target kami tetap akan menyelesaikan PLTMG Dompak ini, Oktober 2015 ini dan dengan selesainya PLTMG Dompak dengan daya 9 MW, ditambah daya PLTMG Tekojo 12 MW akan menambah daya pasokan engeri untuk Tanjungpinang," tuturnya.  

Selain itu, pelaksanaan Program Penyediaan Listik Jangka Pendek di Kepri tahun 2015 juga telah dilaksanakan Kepri dengan peneydiaan mesin pembangkit PLTD di Kundur sebesar 6 MW, di Tarempa 4 MW dan Natuna 4 MW. Demikiam juga pemulihaan mesin-mesin PLN dan CMG.

"Sedangkan jangka menengah target kami adalah menyelesaian pembangunan interkoneksi Listrik Batam-Bintan," katanya.

Untuk jangka panjang PT PLN juga sedang melakukan pelelangan izin pelaksanaan pembangundan dan pembangikit listrik Indevenden Power Pro-User (IPP) yang akan dilaksanakan listrik swasta dengan berbahan bakar LNG dengan total daya 50 MW.

"Program ini adalah untuk memenuhi pasokal listrik di Karimun, Lingga dan daerah pulau lainya, hingga program melistriki sejumlah kepulauaan di Kepri akan terus kami lakukan," ujarnya.

Sitim pelaksaanan pembangkit IPP Yang akan dikerjakan swasta ini, tambah Febi, akan dilaksanakan dengan Gass Turbin berbahan Bakar Gas, dan saat ini ini masih dalam pencarian Investor.

Editor: Dardani