PT WIKA Tanggung Jawab Atas Ambruknya Jembatan I Dompak
Oleh : Habibi
Sabtu | 03-10-2015 | 15:00 WIB
konpers-wika.jpg
Pimpinan Proyek Pembangunan Jembatan 1  Dompak, Adi Prayitno, saat memberikan keterangan kepada pers. (Foto: BATAMTODAY.COM/Habibi)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Musibah ambruknya Jembatan I Dompak yang menimpa PT Wijaya Karya (WIKA) menjadi renungan oleh pihak kontraktor sekaligus kesedihan. Target yang harusnya tercapai, menjadi rumit dikarenakan ambruknya salah satu bagian jembatan saat pengerjaan pada Jumat (2/10/2015) sore.

Pengerjaan pun telah dipastikan tidak akan sampai sesuai target yaitu Desember mendatang, namun Pimpinan Proyek Jembatan 1 tersebut, Adi Prayitno mengaku akan bertanggung jawab dan akan mengupayakan sebisa mungkin selesaikan jembatan tersebut meskipun tidak tepat waktu.

Adi mengatakan seharusnya progres pekerjaan yang sudah mereka lakukan adalah 80 persen, pekerjaan yang harus diselesaikan pun tinggal 280 meter. Namun terjadi musibah tersebut, untuk pekerjaan sepanjang 35 meter mengalami kerusakan (ambruk), Adi harus mengulur waktu kembali selama tujuh minggu. 

"Kami juga tidak bisa memprediksi, berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk perbaikan. Karena semua harus berdasarkan kajian ahli. Yang jelas, butuh waktu untuk pembongkaran," terangnya saat konferensi pers pada Jumat (2/10/2015) malam.

Terkait ambruknya badan jembatan, menurut Adi kondisi fondasi tidak mengalami pergeseran. Akan tetapi tetap harus dilakukan pengujian ketahanan kembali. Dalam bekerja, pihaknya tetap memperhatiakn Standar Operasional Kerja (SOP), sehingga tidak ada kekeliruan, baik kualitas maupun beban yang digunakan. 

"Pekerjaan yang sudah kami lakukan selalu terukur. Sehingga kejadian ini, di luar prediksi kami," akunya.

Sementara itu, Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rodi Antari mengatakan, menyiasati kondisi yang terjadi, pihaknya meminta kontraktor untuk menggesa pekerjaan dari sisi Tanjungpinang. Karena memang, untuk lokasi yang bermasalah, harus diselesaikan melalui invetigasi dari tim ahli. 

Ditegaskannya, selagi belum adanya serah terimanya, tanggungjawab sepenuh masih ditangan kontraktor. Pihaknya juga minta maaf, karena Desember Jembatan I Dompak dipastikan belum rampung. Karena proyek multi years, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kepri. 

"Ya tentu, pasti ada konsekuensinya. Untuk pekerjaan sampai ke tahap ini, kami sudah melakukan pembayaran sebesar 72 persen," ujar Rodi.

Editor: Dodo