Ini Klarifikasi PT WIKA Soal Jembatan I Dompak yang Ambruk
Oleh : Habibi
Sabtu | 03-10-2015 | 14:29 WIB
jembatan-1-dompak-ambruk.jpg
Kondisi Jembatan I Dompak yang ambruk. PT WIKA masih melakukan investigasi penyebab ambruknya jembatan itu. (Foto: BATAMTODAY.COM/Habibi)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - PT Wijaya Karya (WIKA), kontraktor pengerjaan proyek multiyears, Jembatan 1 Dompak mengklarifikasi pemberitaan tentang ambruknya jembatan itu karena tertabrak tugboat atas informasi dari masyarakat Jalan Haji Ungar. Mereka mengatakan, ambruknya jembatan tersebut bukan karena terjadi tabrakan oleh tugboat, melainkan karena musibah yang belum diketahui penyebabnya.

"Bukan dilanggar tugboat seperti yang diceritakan masyarakat, meskipun tugboat saat kejadian berada di sana, kapal itu tidak menabrak jembatan. Ini murni musibah, untuk kepastian penyebabnya, kami masih menunggu kajian dari tim ahli. Baik itu dari manajemen konstruksi maupun ahli-ahli engineering lainnya," tegas Pimpinan Proyek Jembatan 1 Dompak, Adi Prayitno Jumat (2/10/2015) malam.

Pada konferensi pers yang berakhir hingga pukul 21.00 WIB tersebut, diakuinya, kejadian tersebut juga membuat harapan pihaknya menjadi sirna. Karena memang, target pekerjaan jembatan tersebut dapat tersambung pada bulan November. Akan tetapi, dengan adanya kejadian ini, ekspektasi yang diharapkan menjadi buyar dan pihaknya pun harus memakan banyak waktu lagi untuk mengerjakan jembatan tersebut.

"Meskipun demikian, kita tetap berkomitmen untuk menyelesaikan tanggungjawab sesuai dengan kontrak kerja. Kita juga siap dengan konsekuensi atas kejadian ini," ujar Adi.

Adi mengatakan, untuk mengetahui penyebab jembatan tersebut ambruk, hari ini, Sabtu (3/10/2015) pihak kontraktor akan mendatangkan pihak-pihak yang merupakan tim ahli untuk melakukan investigasi terkait penyebab mengapa jembatan tersebut ambruk.

Sementara itu, pernyataan dari masyarakat tentang ditabraknya tuboat, dan terjadi miskomunikasi antar pewarta dan kejadian yang sebenarnya disebabkan oleh pihak PT WIKA yang tertutup dengan awak media saat kejadian. Satpam penjaga proyek tersebut tidak mengizinkan para pewarta masuk ke lokasi kejadian untuk melakukan wawancara dan mengambil gambar.

Editor: Dodo