Alamak, Asap Makin Pekat Tanjungpinang Tak Punya Alat Pengukur Pencemaran Udara
Oleh : Charles Sitompul
Senin | 28-09-2015 | 11:24 WIB
papan.jpg
Papan alat pengukur polusi udara. (Foto: Dok Tempo)

BATAMTODAY.COM,Tanjungpinang - Di tengah semakin pekatnya asap kiriman kebakaran hutan dari daratan Sumatera, ternyata Pemerintah Kota Tanjungpinang tak juga membeli alat pengukur tingkat polusi udara atau Air Quality Monitoring Syistim (AQMS).

Hal ini membuat penderita sesak napas semakin banyak. Ini bukti bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak memiliki sense of crisis dan tidak peduli dengan kesehatan warganya. 

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang, Yuswandi SH mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui berapa posisi Indek Standard Pencemaran Udara (ISPU) di Tanjungpinang. Karena memang Pemko Tanjungpinang tidak memiliki alat AQMS untuk mengukur polusi udara yang terjadi di kota tersebut. 

"Sampai saat ini, kita tidak tahu, karena memang alatnya kita tidak punya. Harapan kita adalah kebakaran hutan lebih cepat padam, sehingga kita tidak lagi tercemari," ujar Yuswandi. 

Yuswandi juga mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, alat pengukur polusi udara itu pernah juga diajukan untuk diadakan. Namun tidak pernah disetujui, hingga dalam melakukan pengukuran indeks polusi sampai saat ini BLH tidak pernah melakukan. 

Sementara itu, sejumlah puskesmas dan klinik pengobatan di Kota Tanjungpinang, telah menangani puluhan pasien dengan keluhan sakit tenggorokan, batuk dan demam. 

Aisyah, salah seorang warga yang membawa anaknya berobat di Puskesmas Kecamatan Tanjungpinang Timur di Batu 9 mengaku, dalam satu minggu terakhir anaknya yang berumur 3 tahun mengalami batuk dan demam. "Sudah 1 minggu ini batuk terus, pernapasanya sesak dan bandanya demam," ujar Aisyah pada wartawan. 

Editor: Dardani