Misi BPJS Tanjungpinang Masih Jauh Panggang dari Api
Oleh : Harjo
Jum'at | 18-09-2015 | 15:40 WIB
bpjs.jpg
Ilustrasi

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Slogan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) berkelas dunia, terpercaya, bersahabat dan unggul dalam operasional serta pelayanan, ibarat jauh panggang dari api. 

Terbukti, pelayanan klaim di Kantor BPJS yang berada di Jalan Engku Putri Tanjungpinang, dinilai masih kurang memuaskan. Sebaliknya, justru membuat kesal peserta klaim.

"Kalau yang kita dengar BPJS adalah asuransi yang terbaik pada saat ini. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Terkadang apa yang selalu disampaikan masalah pelayanan terkesan hanya 'live service' dan hanya isapan jempol belaka. Buktinya, jangankan memberikan pelayanan petugas justru terkesan bermalas-malasan melayani peserta BPJS yang akan mengklaim dana," ungkap Abdul Wahab kepada BATAMTODAY.COM di Tanjunguban, Jumat (18/9/2015).

Abdul Wahab menjelaskan, petugas BPJS sangat lamban bekerja, sehingga peserta yang akan mengkliam dana terpaksa antre panjang yang sudah menunggu sejak pagi hari. Bahkan petugasnya pun sempat  tidak berada di tempat.

"Puluhan peserta BPJS kemarin (17/9/2015),  hanya melihat kinerja petugas klaim BPJS  bagian casir, kerjanya sangat lamban. Peserta antrian numpuk menunggu panggilan, sementara petugas tak ada di tempat. Sementara sebagian peserta klaim BPJS datang dari Bintan Utara yang dari segi perjalanan jelas udah memakan waktu yang tidak sedikit," terangnya.

Visi dan misi BPJS yang di gadang-gadangkan,  berkelas dunia, terpercaya, bersahabat dan unggul dalam operasional serta pelayanan. Jelas hanya sebuah tulisan dimana-mana tetapi tidak bermakna apa-apa dan hanya sebuah slogan belaka. Artinya apa yang diharapkan peserta BPJS untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari jenis asuransi lainnya, masih jauh dari harapan.

Jadi, misi BPJS harusnya benar-benar direalisasikan di lapangan. Sehingga peserta BPJS, bisa benar-benar merasakan manfaatnya, bukan sebaliknya yang justru keberadaan BPJS semakin tidak jelas dan tidak dipercaya oleh masyarakat.

Editor: Dardani