Kabut Asap Tebal Juga Kepung Tanjungpinang
Oleh : Habibi
Kamis | 10-09-2015 | 16:10 WIB
kabut-asap-pinang....jpg
Perairan di sekitar Kota Tanjungpinang yang diselimuti asap tebal sejak Kamis pagi.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Setelah Kota Batam, Lingga dan Karimun yang dihinggapi asap kiriman dari Sumatera daratan, hari ini Kota Tanjungpinang pun terkena imbasnya. Sejak pukul 10 .00 WIB, Kota Tanjungpinang dikepung asap dan pergerakannya begitu cepat.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Arditho saat dihubungi, Kamis (10/9/2015) mengatakan bahwa memang pergerakan asap sangat cepat dan langsung menutupi ibukota Kepri ini dalam hitungan jam. 

"Jarak pandang pesawat yang semulanya 4.000 meter pagi tadi, turun drastis di siang ini menjadi 1.800 m, namun masih kondusif," ujar Arditho.

Dengan adanya kabut asap ini, Arditho meminta masyarakat Kota Tanjungpinang sedapatnya tidak membawa anak balita keluar rumah. Untuk orang dewasa diharapkan dapat menggunakan masker pelindung pernafasan, karena asap dapat menimbulkan ISPA.

"Keluar rumah jangan terlalu seringlah, terus berjaga-jaga karena mungkin aja ada oknum memanfaatkan asap ini untuk membakar lahan kosong. Terus juga puntung rokok dan masyarakat jangan membakar sampah sembarangan," ujar Arditho.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan bahwa kabut asap yang dinilai parah baru hari ini saja. Dia pun belum mendapatkan laporan terkait adanya masyarakat yang mengeluh mengidap penyakit yang disebabkan karena asap ini.

"Sampai saat ini belum ada masyarakat yang mengeluh kena penyakit, khususnya ISPA. Namun kita akan tetap memantau," ujar Rustam saat dihubungi, Kamis siang.

Rustam mengatakan, jika memang kabut asap mengalami peningkatan, maka sikap Pemerintah Tanjungpinang yaitu akan membagikan masker kepada masyarakat.

"Masyarakat juga kita imbau untuk menggunakan masker, meskipun asap belum terlalu parah, namun mencegah lebih baik," ujar Rustam.

Terkait kualitas udara, Rustam mengaku tidak dapat memastikan, pasalnya Kota Tanjungpinang belum memiliki alat untuk mengukur udara. 

"Kalau ada alatnya ya bisa diukur, namun kan kita tidak punya alatnya," ujar Rustam.

Editor: Dodo