Penyengat Heritage 2026 Sukses Digelar, Ansar Dorong Pulau Penyengat Jadi Pusat Budaya Melayu Dunia
Oleh : Redaksi
Senin | 22-06-2026 | 15:28 WIB
Penyengat-Heritage-2026.jpg
Penyengat Heritage 2026 yang mengangkat tema "Regeneration Lifestyle Tourism" sukses digelar di Kawasan Balai Adat Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, pada 19-21 Juni 2026. (Pemprov Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Perhelatan Penyengat Heritage 2026 yang mengangkat tema "Regeneration Lifestyle Tourism" sukses digelar di Kawasan Balai Adat Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, pada 19-21 Juni 2026. Kegiatan yang masuk dalam 72 agenda Kalender Event Kepulauan Riau 2026 ini menjadi wadah promosi pariwisata budaya sekaligus upaya pelestarian warisan Melayu dan lingkungan secara berkelanjutan.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura turut hadir menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan dan final perlombaan yang berlangsung pada Sabtu (20/6/2026). Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pariwisata berbasis budaya yang dikemas secara modern dan inklusif.

Selain menyuguhkan beragam atraksi budaya Melayu, Penyengat Heritage 2026 juga menghadirkan kegiatan nonton bareng tiga pertandingan Piala Dunia hasil kolaborasi dengan TVRI Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan wisatawan yang memadati lokasi acara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan event tahun ini melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara melalui sejumlah perlombaan budaya tradisional. "Festival Gasing Internasional diikuti 40 peserta yang berasal dari DMDI Malaka, Johor, Kuala Lumpur, Siak, Pelalawan, serta perwakilan dari berbagai daerah di Kepulauan Riau," ujar Hasan.

Selain itu, lomba Jong yang menjadi salah satu ikon budaya maritim Melayu diikuti sekitar 200 peserta dari Singapura, Kuala Lumpur, Johor, Pelalawan, Moro, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan sejumlah daerah lainnya di Kepulauan Riau. Sementara lomba tari kreasi diikuti 11 kelompok dengan total sekitar 65 penari yang menampilkan ragam kreasi seni budaya Melayu.

Hasan juga memaparkan perkembangan positif sektor pariwisata Kepulauan Riau dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, Kepri mencatat kunjungan lebih dari 2,02 juta wisatawan mancanegara dan 4,3 juta pergerakan wisatawan nusantara.

"Hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau telah mencapai 647 ribu orang berdasarkan data Badan Pusat Statistik," katanya.

Menurut Hasan, penyelenggaraan Penyengat Heritage 2026 terlaksana berkat kolaborasi pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau serta dukungan Dana Tugas Pembantuan dari Kementerian Pariwisata.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa tema Regeneration Lifestyle Tourism memiliki makna strategis karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mengedepankan pelestarian budaya dan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.

"Tema ini sangat baik karena apa yang kita gelar hari ini tidak semata-mata mengejar angka kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk membumikan, mengembangkan, dan merevitalisasi budaya Melayu yang menjadi identitas Kepulauan Riau," ujar Ansar.

Ia menilai pelestarian budaya harus dilakukan secara konsisten dengan melibatkan generasi muda, termasuk melalui pengenalan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman. "Ke depan saya berharap lebih banyak permainan rakyat yang bisa diangkat kembali. Jangan sampai permainan-permainan tradisional kita hilang atau terbenam oleh perkembangan zaman. Permainan seperti canang, petak umpet, egrang, dan berbagai permainan rakyat lainnya perlu kita kemas menjadi daya tarik wisata budaya," katanya.

Ansar juga mengusulkan agar pelaksanaan Penyengat Heritage dapat diperpanjang menjadi satu pekan penuh sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai destinasi budaya unggulan.

"Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini bisa digelar selama satu minggu penuh dan menjadi kenduri besar Pulau Penyengat. Bahkan ke depan dapat dirangkaikan dengan peringatan haul Raja Ali Haji sehingga semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang mendunia," ungkapnya.

Menurut Ansar, Penyengat Heritage tidak hanya menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya, tetapi juga wadah mempererat hubungan masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah dan negara yang memiliki keterikatan sejarah dan budaya yang sama.

Melalui penyelenggaraan event tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang regenerasi nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata modern.

Editor: Gokli