Bawa Spanduk Kami Bukan Budak, 80 Driver Maxim Tanjungpinang Demo Tuntut Tarif Sesuai SK Gubernur
Oleh : Devi Handiani
Senin | 11-05-2026 | 16:48 WIB
Demo-Driver-Ojol.jpg
Demo driver Ojol di Tanjungpinang tuntut penyesuaian tarfi angkutan sesuai SK Gubernur Kepri. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Puluhan pengemudi ojek online (ojol) Maxim yang tergabung dalam Persatuan Driver Tanjungpinang (PDT) menggelar aksi demonstrasi di Kota Tanjungpinang, Senin (11/5/2026). Mereka menuntut aplikator segera menyesuaikan tarif angkutan sesuai SK Gubernur Kepulauan Riau Nomor 118 Pasal 22 Ayat 2.

Aksi yang diikuti sekitar 80 orang itu dipimpin Hence S. Hasibuan. Massa mulai berkumpul di pelataran Tugu Sirih sekitar pukul 09.15 WIB sebelum melakukan long march menuju Kantor Cabang Maxim Tanjungpinang di Jalan Bakar Batu.

Dalam konvoi, peserta aksi menggunakan sekitar 50 kendaraan roda dua dan roda empat. Mereka juga membawa mobil komando, pengeras suara, serta berbagai spanduk dan baliho berisi tuntutan keras kepada pihak aplikator.

Sejumlah tulisan terlihat dalam aksi itu di antaranya "Sesuaikan Tarif Angkutan", "Aplikator Maxim Langgar Hasil RDP", dan "Kami Bukan Budak". Yel-yel menuntut keadilan terus diteriakkan sepanjang jalan.

Ketua ASK JDPT, Jhony Mulyadi, menegaskan aksi ini murni perjuangan driver menuntut hak. 

"Kami hanya meminta tarif disesuaikan sesuai aturan yang berlaku. Saat ini pendapatan driver semakin kecil, sementara kebutuhan hidup terus meningkat," tegas Jhony dalam orasinya.

Hal senada disampaikan Ketua Komando EKA, Putra Yusa. Ia menilai kebijakan aplikator masih merugikan driver meski persoalan tarif sudah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Kepri pada April 2026 lalu.

"Para pengemudi berharap hasil RDP tersebut segera direalisasikan sehingga ada kepastian terkait tarif dan kesejahteraan driver online di Tanjungpinang," kata Putra.

Ketua JPDT Rio Mulyandri menyebut kondisi driver saat ini memprihatinkan. "Biaya operasional terus naik, sedangkan pendapatan mengalami penurunan. Kami ingin hasil kesepakatan bersama DPRD benar-benar dijalankan, jangan hanya menjadi pembahasan tanpa realisasi," ujarnya.

Penasehat PDT, Muhammad Albar, mengingatkan seluruh peserta aksi agar tetap menjaga situasi aman dan tertib selama menyampaikan aspirasi. Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan dan berjalan kondusif hingga selesai.

Hingga berita ini diturunkan, para driver masih menunggu itikad baik dari pihak Maxim untuk membuka ruang dialog. Mereka berharap aplikator segera memberi tanggapan atas tuntutan penyesuaian tarif sesuai SK Gubernur Kepri.

Editor: Yudha