Menag Nasaruddin Umar Ajak Seluruh Umat Jadikan Kepri Teladan Toleransi dan Moderasi Beragama
Oleh : Devi Handiani
Kamis | 15-01-2026 | 15:48 WIB
Menag-TPI.jpg
Menteri Agama, Prof Nasaruddin Umar, saat menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di halaman Gedung Daerah Tepi Laut, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Nasaruddin Umar, mengajak seluruh umat beragama untuk menjadikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai contoh nasional dalam menjaga toleransi dan moderasi beragama.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di halaman Gedung Daerah Tepi Laut, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam.

Peringatan Isra Mikraj tersebut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk majelis taklim dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) tingkat provinsi dan Kota Tanjungpinang.

Dalam tausiahnya, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kita harus mengambil pelajaran dari Isra Mikraj untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Kepri memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi contoh dalam menjaga toleransi dan moderasi beragama," ujar Nasaruddin Umar.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Kepri dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan antarumat beragama.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa Kepri merupakan provinsi yang memiliki karakteristik wilayah unik, dengan sekitar dua persen daratan dan 98 persen wilayah laut. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan.

"Menjaga moderasi beragama bukan hal yang mudah. Namun berkat kerja sama seluruh masyarakat, pembangunan di Kepri dapat berjalan dengan baik dan lancar," kata Ansar.

Ia menambahkan, suasana kehidupan sosial di Kepri selama ini berlangsung rukun, aman, dan damai, sehingga daerah ini kerap dijadikan contoh dalam penerapan toleransi antarumat beragama. "Alhamdulillah, kita bisa hidup rukun, tenang, dan damai. Kepri menjadi salah satu contoh bagi provinsi lain dalam menjaga toleransi dan moderasi beragama," ujarnya.

Peringatan Isra Mikraj tersebut ditutup dengan doa bersama serta pengibaran bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Kepulauan Riau. Melalui momentum keagamaan ini, masyarakat berharap semangat toleransi dan kebersamaan terus terjaga, sehingga Kepri tetap menjadi provinsi yang bersinar dalam harmoni dan moderasi beragama.

Editor: Gokli