Kajati Kepri Ajak Publik Berani Laporkan Korupsi pada Peringatan Hakordia 2025
Oleh : Devi Handiani
Selasa | 09-12-2025 | 15:28 WIB
laporkan-korupsi.jpg
Kajati Kepri, J Devy Sudarso, saat memimpin kampanye antikorupsi di ruas Jalan Basuki Rahmat, Kota Tanjungpinang, Selasa (9/12/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri), J Devy Sudarso, memimpin Upacara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang mengusung tema "Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat".

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kejati Kepri dan dilanjutkan kampanye antikorupsi di ruas Jalan Basuki Rahmat, Kota Tanjungpinang, Selasa (9/12/2025).

Dalam amanatnya, Devy membacakan pesan Jaksa Agung Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Hakordia menjadi pengingat penting bagi seluruh bangsa bahwa korupsi merupakan ancaman nyata terhadap kemanusiaan, pembangunan nasional, serta masa depan generasi penerus.

Korupsi dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap prinsip keadilan dan perampasan hak masyarakat atas pelayanan publik. Karena itu, pemberantasan korupsi menjadi prasyarat untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.

Kajati Kepri juga mengajak masyarakat Kepulauan Riau untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. "Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya berani menolak, tetapi juga berani melaporkan segala bentuk tindak pidana korupsi. Mari membangun budaya antikorupsi. Pemberantasan korupsi tidak akan berhasil tanpa partisipasi publik. Ayo berantas korupsi untuk kemakmuran rakyat," tegasnya.

Upacara Hakordia 2025 diikuti para asisten, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang dan Bintan, Kabag TU, para koordinator, para kepala seksi dan kasubbag, serta seluruh jajaran pegawai Kejati Kepri, Kejari Tanjungpinang, dan Kejari Bintan.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan kampanye antikorupsi di Jalan Basuki Rahmat. Petugas membagikan kaos dan stiker bertagar #Hakordia2025 dan pesan antikorupsi kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai bentuk edukasi publik.

Editor: Gokli