Semarakan Budaya dan Ekonomi Lokal, Kepri International Art and Culture 2025 Resmi Ditutup
Oleh : Devi Handani
Minggu | 30-11-2025 | 09:32 WIB
Internasional_art.jpg
Gelaran Kepri International Art and Culture 2025 resmi ditutup dengan pertunjukan meriah di Halaman Gedung LAM Kepri, Tanjungpinang, Sabtu (29/11/2025) malam

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gelaran Kepri International Art and Culture 2025 resmi ditutup dengan pertunjukan meriah di Halaman Gedung LAM Kepri, Tanjungpinang, Sabtu (29/11/2025) malam. Ribuan warga memadati lokasi acara yang juga disiarkan langsung melalui YouTube Diskominfo Kepri.

Festival yang berlangsung selama 25-29 November 2025 ini menampilkan ragam budaya dari lima negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Kamboja.

Selama lima hari, pengunjung disuguhi ratusan aksi seni mulai dari tarian tradisional, musik etnik, hingga kolaborasi modern.

Malam penutupan diisi dengan beragam persembahan, di antaranya Sanggar Segantang Lada, Sensor Indonesia, Tari Kolosal Nusantara, Dermaga Musica, hingga Tari Kreasi dari Singapura.

Tidak ketinggalan, Wali Band, Diva Aurel, dan Al Hafiz turut menghibur masyarakat. Di Tugu Sirih, Malay Food Festival menjadi pusat kuliner yang ramai didatangi pengunjung.

Kadis Pariwisata Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi.

"Selama lima hari, total kunjungan di empat venue mencapai sekitar 170.000 orang," terangnya.

Ia menambahkan bahwa penampilan Wali Band menjadi magnet terbesar dengan hampir 80.000 penonton, disusul Diva Aurel dengan sekitar 40.000 pengunjung.

Sebanyak 1.200 penampil serta 71 sanggar seni turut meramaikan festival ini. Selain itu, pemutaran film animasi Gurindam 12 melibatkan 1.600 pelajar dari berbagai jenjang.

Kontribusi ekonomi dari sektor UMKM juga cukup signifikan. "Ada sekitar 280 UMKM yang terlibat. Dengan rata-rata omzet kotor sekitar Rp 3,5 juta per pelaku, perputaran ekonomi selama festival diperkirakan mencapai hampir Rp 8 miliar," ungkap Hasan.

Ia berharap acara ini dapat terus menjadi agenda budaya tahunan yang mampu menarik wisatawan dan mendorong ekonomi daerah.

"Kami mohon maaf apabila ada kekurangan. Namun kami telah berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Tanjungpinang," tutupnya.

Editor: Surya