Polresta Tanjungpinang Gelar Apel Kesiapan Tanggap Bencana, 2.700 Jiwa Terdampak Sepanjang 2025
Oleh : Devi Handiani
Selasa | 04-11-2025 | 13:08 WIB
siaga-bencana5.jpg
Polresta Tanjungpinang menggelar Apel Kesiapan Tanggap Bencana di halaman Mapolresta Tanjungpinang, Selasa (4/11/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Menyikapi meningkatnya potensi bencana akibat cuaca ekstrem, Polresta Tanjungpinang menggelar Apel Kesiapan Tanggap Bencana di halaman Mapolresta Tanjungpinang, Selasa (4/11/2025). Apel lintas instansi ini melibatkan unsur TNI-Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, BMKG, serta berbagai lembaga terkait lainnya.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana alam di wilayah Tanjungpinang.

Berdasarkan data hingga November 2025, tercatat 44 kejadian bencana alam terjadi di wilayah tersebut, meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Sebagian besar peristiwa itu disebabkan oleh intensitas hujan tinggi dan angin kencang.

"Dari data sepanjang tahun ini, sekitar 2.700 jiwa terdampak akibat berbagai bencana, mulai dari banjir hingga pohon tumbang. Karena itu, seluruh instansi harus bersinergi agar kesiapan penanganan dapat berjalan maksimal," ujar Hamam dalam sambutannya.

Dalam apel tersebut, Kapolresta Tanjungpinang bersama Danlanud RHF, Dandim 0315 Tanjungpinang, TNI AL, Dishub, dan Basarnas turut melakukan pengecekan sarana dan prasarana tanggap darurat. Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan evakuasi, alat komunikasi, hingga peralatan penyelamatan.

"Kegiatan ini adalah upaya bersama untuk memastikan seluruh instansi terhubung dengan baik, termasuk penyediaan layanan darurat seperti 112 untuk Damkar, Basarnas, BMKG, dan Kepolisian," tambahnya.
Kapolresta juga mengidentifikasi sejumlah lokasi rawan bencana di Kota Tanjungpinang, di antaranya Senggarang, Kampung Bugis, dan Batu 9. "Daerah yang paling sering terdampak adalah Senggarang, diikuti Kampung Bugis yang merupakan wilayah pesisir. Sedangkan Batu 9 rawan banjir karena letaknya lebih rendah," jelas Hamam.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, Polresta Tanjungpinang berharap seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan. Upaya mitigasi dan koordinasi lintas instansi diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana serta melindungi masyarakat dari risiko korban jiwa dan kerugian material.

Editor: Gokli