Kemenpar Bakal Jadikan Pulau Penyengat Pusat Wisata Halal dan Muslim Terbesar di ASEAN
Oleh : Devi Handiani
Kamis | 16-10-2025 | 17:28 WIB
Menpar-Penyengat1.jpg
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Pulau Penyengat. (Devi/BTD)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kementerian Pariwisata RI berencana menjadikan Pulau Penyengat sebagai pusat wisata halal dan muslim terbesar di ASEAN.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa sertifikasi halal di Pulau Penyengat dapat menarik wisatawan mancanegara khususnya yang muslim.

"Mudah-mudahan dengan adanya sertifikasi halal yang dilakukan di Pulau Penyengat sehingga seluruh produk UMKM bersertifikasi halal untuk menarik wisatawan mancanegara khususnya yang muslim," terang Menteri Pariwisata saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kamis (16/10/2025).

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga mengungkapkan bahwa pengembangan Pulau Penyengat tentunya berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemko Tanjungpinang mulai dari infrastruktur dan budayanya dieksplor secara luas.

"Kita yakin mengingat ini merupakan desa wisata rintisan terbaik pertama nasional maka itu menjadi pemicu semangat kita tidak hanya untuk turis mancanegara tapi juga untuk turis Nusantara," terang Ansar.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan juga menuturkan bahwa halal sudah menjadi trend di dunia.

"Kenapa sekarang China mendunia? kenapa produknya Made in China di mana-mana ada? kenapa terjadi transaksi 20,8 billion US Dollar dari produksi China? akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa halal itu milik semua sehingga halal menjadi trend dunia," terang Babe Haikal.

Babe Haikal juga menginginkan para pelaku usaha untuk lebih aktif dan segera mendaftarkan sertifikasi halal jika belum memiliki.

"Berdasarkan UU Nomor 33 tahun 2014 dan PP 42 tahun 2024 makanan minuman, pakaian, kosmetik, obat yang diperjualbelikan di Indonesia wajib bersertifikat halal jika tidak halal harus diberi tanda non halal," ucapnya.

Sampai saat ini, capaian sertifikasi halal gratis desa wisata Pulau Penyengat sebanyak 25 pelaku usaha mikro kecil telah menerima sertifikasi halal gratis.

Editor: Yudha