BPK Wilayah IV Dorong Kreator Digital Angkat Warisan Budaya Melayu
Oleh : Devi Handiani
Jumat | 10-10-2025 | 19:29 WIB
Kembara-TPi11.jpg
Kegiatan Kembara Warisan Budaya yang digelar Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Riau-Kepri resmi ditutup. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kegiatan Kembara Warisan Budaya yang digelar Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Riau-Kepri resmi ditutup oleh Kepala BPK Wilayah IV Riau-Kepri, Jumhari, Kamis (9/10/2025) malam di Hotel Alltrue, Tanjungpinang.

Selama tiga hari, 7-9 Oktober, peserta yang terdiri atas mahasiswa, influencer, konten kreator, Basarnas, Dewan Kesenian, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang mengikuti kegiatan susur Sungai Carang (Hulu Riau) hingga Pulau Penyengat. Mereka menghasilkan karya video bertema "Temukan Warisan, Ciptakan Cerita" yang mengangkat kekayaan budaya Melayu Riau-Lingga.

Kepala BPK Wilayah IV Riau-Kepri, Jumhari, menyampaikan Pulau Penyengat merupakan salah satu pusat peradaban Melayu Riau-Lingga. Menurutnya, konsep kegiatan ini menghadirkan pendekatan baru dengan melibatkan para kreator digital agar warisan budaya bisa dikemas lebih menarik.

"Kegiatan ini bukan hal baru, tetapi konsep dan pesertanya berbeda. Kami melibatkan para konten kreator yang aktif di media sosial untuk menciptakan konten positif dan memperluas jangkauan cerita budaya lewat algoritma yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, Kembara Warisan Budaya diharapkan menjadi wadah kreativitas dan pembelajaran budaya bagi generasi muda.

"Kami ingin peserta menjadi pewarta budaya, mata, telinga, dan ujung tombak dalam mengenalkan kembali sejarah kita. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan, tetapi juga pembentukan cara pandang baru terhadap warisan budaya," katanya.

Jumhari juga berharap profesi konten kreator budaya bisa terus berkembang. "Konten kreator bukan hanya pekerjaan hiburan, tetapi juga dapat menjadi profesi yang berperan dalam pendidikan kebudayaan. Tantangannya besar, namun hasilnya bisa menjadi bahan belajar dan inspirasi," pungkasnya.

Salah satu peserta dari Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang, M. Sabri, mengaku kegiatan ini memberi pengalaman berharga dalam memahami sejarah dan budaya Melayu, sekaligus belajar menciptakan konten yang menarik bagi warganet.

"Kami tidak hanya belajar soal sejarah, tapi juga bagaimana mengemasnya agar bisa dinikmati masyarakat lewat media sosial," katanya.

Editor: Yudha