Kembara Warisan Budaya, Kenalkan Sejarah dan Peradaban Melayu bagi Generasi Muda
Oleh : Devi Handiani
Rabu | 08-10-2025 | 18:48 WIB
Kembara-TPi1.jpg
Kegiatan Kembara Warisan Budaya: Susur Sungai Carang (Hulu Riau) dan Pulau Penyengat di Hotel Alltrue Tanjungpinang, Selasa (7/10/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Riau-Kepri menggelar kegiatan Kembara Warisan Budaya: Susur Sungai Carang (Hulu Riau) dan Pulau Penyengat di Hotel Alltrue Tanjungpinang, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan bertema "Temukan Warisan, Ciptakan Cerita" ini berlangsung tiga hari, 7-9 Oktober, dan diikuti mahasiswa, influencer, konten kreator, Basarnas, Dewan Kesenian, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang.

Kepala BPK Wilayah IV Riau-Kepri, Jumhari, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat sejarah dan peradaban Melayu. Peserta diajak menyusuri Sungai Carang dan Pulau Penyengat, dua kawasan yang memiliki peran penting dalam perkembangan Kesultanan Riau-Lingga.

"Kembara Warisan Budaya bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi cara mengenali kembali sejarah dan peradaban Melayu yang pernah berjaya di wilayah ini. Kami ingin generasi muda bisa melihat, merasakan, dan kemudian menceritakan ulang warisan budaya dengan gaya mereka sendiri," ujarnya.

Jumhari berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah. Ia mengatakan, melalui kreativitas dan media digital, nilai-nilai budaya dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah diterima masyarakat luas

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang M. Nazri melalui Plt. Kabid Adat Tradisi, Nilai Budaya, dan Kesenian, Heri Susanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya akan lebih kuat jika melibatkan langsung masyarakat, terutama generasi muda.

"Budaya dan sejarah harus dirasakan dan ditelusuri. Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi anak muda untuk ikut menjaga dan mempromosikan warisan daerah dengan cara yang kreatif," ujarnya.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Juramadi Esram. Ia menyampaikan, tahun ini Kepri mengajukan 14 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke tingkat nasional. Tiga di antaranya berasal dari Tanjungpinang, yakni aqiqah, astakonah, dan upacara pijak tanah.

"Saat ini Kepri sudah memiliki 89 WBTb. Kalau ke-14 ini disetujui, jumlahnya akan menjadi 103. Kami berharap semuanya bisa lolos," ujar Juramadi.

Menurutnya, promosi budaya melalui media sosial yang dilakukan para kreator muda saat ini menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kebudayaan daerah kepada masyarakat luas.

"Sekarang zamannya digital. Ketika warganet ikut bercerita tentang budaya, dampaknya bisa jauh lebih luas," ucapnya.

Editor: Yudha