BI Raih Dua Penghargaan pada HUT Kepri ke-23, Bukti Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Digitalisasi
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 25-09-2025 | 10:28 WIB
Kepri-231.jpg
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, beserta jajaran dan para penerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepri di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (24/9/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau membukukan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan sekaligus pada puncak peringatan Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepri di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (24/9/2025).

Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Provinsi Kepri sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi strategis BI Kepri dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendorong transformasi digital.

Dua penghargaan yang diterima yaitu:

  • Dedikasi dan Kolaborasi BI Kepri dalam Pengendalian Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau.

  • Dedikasi dalam Mendorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah di Provinsi Kepri.

Penghargaan diterima oleh Adik Afrinaldi, Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI Kepri, mewakili Kepala BI Kepri Rony Widijarto yang tengah bertugas di Banda Aceh.

"Atas nama pimpinan, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepri atas penghargaan ini. Ini merupakan pengakuan atas sinergi yang selama ini terjalin antara BI dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong transformasi digital," ujar Afrinaldi.

Ia menegaskan, BI Kepri akan terus memperkuat perannya, tidak hanya sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Gubernur Apresiasi Peran BI Kepri

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kepri selama 23 tahun merupakan buah kerja kolektif seluruh pihak, termasuk kontribusi aktif BI Kepri.

"Semua capaian ini adalah buah kerja bersama. Meski dengan keterbatasan fiskal, Kepri tetap mampu melahirkan prestasi yang diakui regional, nasional, bahkan internasional," kata Ansar.

Ansar juga menyoroti indikator makroekonomi Kepri yang semakin membaik. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Kepri tercatat 7,14 persen --tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Tingkat kemiskinan turun menjadi 4,44 persen, terendah di Sumatera, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik ke angka 79,89, menempati posisi pertama se-Sumatera.

Editor: Gokli