329 Pelajar Meriahkan Lomba 'Semarak Museum di Hatiku' di Tanjungpinang
Oleh : Devi Handiani
Jum\'at | 19-09-2025 | 15:48 WIB
Semarak-Museum.jpg
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, saat penutupan Lomba 'Semarak Museum di Hatiku' di Tanjungpinang, Jumat (19/9/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Sebanyak 329 pelajar mulai dari tingkat SD hingga SLTA/sederajat turut ambil bagian dalam lomba Semarak Museum di Hatiku yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang di Museum Daerah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Perlombaan ini meliputi tiga kategori, yakni desain poster, jelajah museum, dan lukis kaos.

Kegiatan yang berlangsung pada 10, 16, dan 17 September 2025 ini resmi ditutup Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza. Ia mengapresiasi penyelenggaraan lomba yang dinilai berhasil memberikan ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus melestarikan budaya Melayu.

"Pertama kita apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah Kota Tanjungpinang, dan pemerintah provinsi yang telah memberikan laluan untuk kegiatan pelestarian budaya Melayu yang diadakan oleh Disbudpar Tanjungpinang," ujar Raja Ariza, Jumat (19/9/2025).

Ia menambahkan, tema Semarak Museum di Hatiku memberi kesempatan pelajar mengekspresikan kreativitas melalui karya seni. "Ada hasil napak tilas mereka di Museum, setiap sudut menampilkan materi sejarah yang kemudian dituangkan dalam bentuk lukisan maupun poster. Karya yang dihasilkan pun cukup berkualitas," terangnya.

Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menegaskan tujuan utama lomba ini adalah memperkenalkan museum kepada generasi muda serta memberikan edukasi mengenai sejarah dan budaya Melayu.

"Pastinya memperkenalkan museum dan edukasi kepada masyarakat, serta pembelajaran bagi adik-adik kita agar mengetahui sejarah budaya Melayu dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan," jelasnya.

Nazri menambahkan, sebanyak 93 kaos hasil karya pelajar akan dipajang di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. "InsyaAllah karena ini hasil karya adik-adik kita, ke depan akan kita pajangkan dan juga bisa menjadi souvenir bagi pengunjung," pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap generasi muda semakin peduli terhadap pelestarian budaya Melayu dan menyadari pentingnya menjaga warisan budaya bagi masa depan.

Editor: Gokli