Ombudsman RI Soroti Layanan RSUD RAT Tanjungpinang, Beberkan Sejumlah Catatan Penting
Oleh : Devi Handiani
Rabu | 17-09-2025 | 16:08 WIB
ombudsman-RSUD-RAT.jpg
Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih bersama Anggota Ombudsman, Jemsly Hutabarat, saat meninjau pelayanan publik di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Selasa (16/9/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Ketua Ombudsman Republik Indonesia (RI) Mokhammad Najih bersama Anggota Ombudsman, Jemsly Hutabarat, meninjau langsung pelayanan publik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Selasa (16/9/2025).

Hasil pemantauan tersebut kemudian dibahas dalam rapat evaluasi bersama jajaran rumah sakit dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dalam kesempatan itu, Najih menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kualitas layanan. Ia menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai belum optimal.

"Tadi kami temukan di sejumlah area layanan yang sudah tidak berfungsi maksimal. Hal ini berdampak pada kenyamanan pasien dan tenaga medis," ujarnya.

Najih juga menekankan pentingnya perencanaan dan pemeliharaan jangka panjang terhadap perangkat teknologi medis yang memiliki masa pakai relatif pendek. Selain itu, ia meminta penguatan tata kelola rumah sakit dan sistem pengaduan publik.

"Tata kelola yang baik dan mekanisme pengaduan yang responsif menjadi indikator penting bagi peningkatan kualitas layanan publik," tambahnya.

Terkait kebutuhan sumber daya manusia, Ombudsman RI menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Kementerian Kesehatan, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan. "Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam memastikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkelanjutan," kata Najih.

Ia juga menyoroti transformasi digital sebagai langkah strategis. Menurutnya, rumah sakit harus memperkuat sistem teknologi informasi sekaligus memastikan keamanan data pasien.

"Di era digital, keamanan data pasien harus menjadi perhatian serius, seiring dengan meningkatnya penggunaan sistem elektronik dalam pelayanan medis," tegasnya.

Selain itu, Najih mengingatkan agar rumah sakit menjaga mutu layanan sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, terutama di era media sosial yang sensitif terhadap isu kesehatan. "Rumah sakit harus siap menghadapi dinamika informasi di masyarakat. Keterbukaan dan komunikasi yang baik adalah kunci," ujarnya.

Menutup rapat evaluasi, Najih menegaskan bahwa rumah sakit bukan hanya penyedia layanan kuratif, tetapi juga pelopor peningkatan derajat kesehatan masyarakat. "Dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, termasuk perhatian nyata dari Pemerintah Provinsi Kepri, kami optimis pelayanan RSUD Raja Ahmad Tabib akan semakin profesional, modern, dan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kepri," pungkasnya.

Editor: Gokli