Inflasi Tanjungpinang Agustus 2025 Terkendali, Zulhidayat Ingatkan Waspada Lonjakan Pangan
Oleh : Devi Handiani
Jum\'at | 12-09-2025 | 12:48 WIB
rapat-inflasi-tpi1.jpg
Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Kamis (11/9/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kota Tanjungpinang mencatat inflasi bulanan sebesar 0,26% (mtm) pada Agustus 2025 dengan inflasi tahunan 1,23% (yoy). Meski angka ini menunjukkan tren yang terkendali, Pemerintah Kota menegaskan perlunya kewaspadaan, terutama pada sektor pangan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Kamis (11/9/2025). "Tren inflasi saat ini masih dalam batas aman, namun kita tetap harus waspada terutama pada komoditas pangan. Optimalisasi distribusi dan pengelolaan stok menjadi kunci," ujar Zulhidayat.

Berdasarkan data TPID, beberapa komoditas penyumbang inflasi di antaranya beras, daging ayam ras, cabai merah, ikan tongkol ambu-ambu, dan ikan selar/tude. Sementara itu, deflasi tercatat pada telur ayam ras, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, hingga tarif angkutan udara.

Zulhidayat menekankan perlunya penerapan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. "Termasuk perlunya dukungan infrastruktur seperti cold storage basah untuk hasil tani dan laut, serta solusi agar petani tidak terjebak dalam lingkaran tengkulak," jelasnya.

Pemerintah juga memperkuat cadangan pangan dengan penyaluran beras SPHP Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebesar 11.679,22 ton. Angka tersebut menempatkan Tanjungpinang di peringkat kedua dari lima wilayah kerja Kantor Cabang Bulog Tanjungpinang. Distribusi dilakukan melalui pasar rakyat, gerakan pangan murah, koperasi desa, mitra BUMN, hingga ritel modern.

Dalam rapat, Zulhidayat turut menyinggung dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan meningkatkan kebutuhan bahan pokok. "Kebutuhan bahan pokok akan meningkat signifikan. Tantangan inflasi bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kita hadir untuk rakyat. Kolaborasi, komitmen, dan aksi nyata adalah jawabannya," tegasnya.

Sementara itu, Dandim Tanjungpinang menyoroti persoalan stok telur ayam yang belum tercukupi akibat keterbatasan produksi. BMKG juga melaporkan kondisi cuaca di atas normal yang berimbas pada kualitas dan kuantitas hasil pertanian lokal.

Adapun risiko inflasi September 2025 diprediksi dipengaruhi oleh kenaikan biaya pendidikan tinggi, imported inflation, serta ketidakpastian geopolitik. Namun, peluang penurunan inflasi tetap terbuka melalui musim panen hortikultura dan percepatan distribusi beras SPHP.

Editor: Gokli