Ratusan Mahasiswa Gelar Orasi di DPRD Kepri, Suarakan Beban Rakyat Kian Berat
Oleh : Devi Handiani
Senin | 01-09-2025 | 19:28 WIB
Mahasiswa-Kepri1.jpg
Ratusan Mahasiswa Gelar Orasi di depan kantor DPRD Kepri. (Devi/BTD)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tanjungpinang-Bintan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (1/9/2025).

Sejak pagi, massa sudah terlihat memadati halaman gedung dewan. Aksi resmi dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Situasi sempat menegang ketika sebagian mahasiswa berusaha menerobos masuk ke area kompleks DPRD, menuntut agar pimpinan dewan segera hadir menemui mereka.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan bangsa yang dianggap semakin memperburuk kondisi rakyat. Isu yang disampaikan antara lain tindakan represif aparat, kenaikan tunjangan anggota DPR, beban pajak yang dinilai semakin memberatkan masyarakat, hingga gaya hidup mewah pejabat yang tidak mencerminkan empati.

"Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja. Dulu tanah air kita disebut tanah surga, sekarang tanah kering. Rakyat menderita, sementara pejabat flexing sana-sini," tegas salah satu orator dari atas mobil komando, disambut riuh dukungan para demonstran.

Para mahasiswa menekankan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk protes, tetapi juga seruan moral agar para wakil rakyat, baik di daerah maupun pusat, lebih peka terhadap kondisi sosial dan penderitaan masyarakat.

Merespons desakan massa, Ketua DPRD Kepri akhirnya turun langsung menemui para pengunjuk rasa untuk mendengarkan tuntutan mereka. Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat aparat.

Editor: Yudha